Senin 22 Aug 2022 23:26 WIB

Di Solo 11 Penjudi Konvensional dan Online Diringkus Polisi

Dua orang ditangkap dari kawasan Kestalan dengan modus judi Capjikia.

Rep: C02/ Red: Muhammad Fakhruddin
Di Solo 11 Penjudi Konvensional dan Online Diringkus Polisi (ilustrasi).
Foto: pixabay
Di Solo 11 Penjudi Konvensional dan Online Diringkus Polisi (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,SOLO -- Polresta Solo ringkus 11 orang penjudi dari sejumlah tempat. Modus perjudian pelaku dilakukan secara daring dan konvensional tradisional dengan pelaku rerata berusia lanjut.

Wakapolresta Solo, AKBP Gatot Yulianto mengatakan dalam jumpa pers kali ini akan mengungkap empat kasus perjudian. Kasus tersebut berhasil diungkap oleh Reskrim Surakarta beserta polsek jajaran Kliwon dan Jebres dari laporan masyarakat.

Baca Juga

"Judi ini jenis dadu (online) maupun judi tradisional capjikia, " terangnya, Senin (22/08/2022).

Gatot menjelaskan bahwa dua orang ditangkap dari kawasan Kestalan dengan modus judi Capjikia. Kedua pelaku warga Solo tersebut berinisial FN (41) dan S (61). Setidaknya polisi mengamankan 11 jenis barang bukti. 

 

Selanjutnya, Gatot menjelaskan dari area Monumen 45 Banjarsari setidaknya ada enam orang yang ditangkap karena diduga karena judi dadu. Pelaku tersebut berinisial, S (43), N (49), S (72), HS (51), BA (49) dan RO (46). Dari penangkapan tersebut polisi mengamankan lima barang bukti.

"Mereka menggunakan aplikasi Hilo.Caranya yaitu dengan diguncang-guncang gawainya, "terangnya.

Selanjutnya, polisi juga menangkan dua pelaku judi capjikia di wedangan, kampung Kalangan, Jebres, Kota Solo. Keduanya adalah warga Jebres yang berinisial Semuk (42) dan B (52). Setidaknya ada 4 jenis barang bukti yang diamankan polisi dari penangkapan tersebut.

Sedangkan pelaku Dengan inisial K (59) ditangkap polisi karena diduga berjudi dengan modus capjikia. Setidaknya, polisi mengamankan tiga barang bukti dari penangkapan tersangka.

"Barang bukti semuanya ada gawai, uang, kertas rekapan judi. Sekaligus semuanya dijerat pasal 303 tentang KUHP " katanya.

Sementar itu, salah satu tersangka bandar judi dadu di lokasi monumen 45 berinisial RO berasa jadi bandar judi karena iseng. Kesehariannya ia bekerja dengan membuka bengkel. Setidaknya, Ia mengatakan setiap main hasilnya bisa mencapai ratusan ribu

"Cuma iseng, dan baru baru jadi bandar. Kalau hasilnya sudah 300-400 an setiap mainnya," pungkasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement