Selasa 30 Nov 2021 13:58 WIB

Presiden Jokowi Resmikan Dua Bendungan di Jatim

Bendungan di Kabupaten Trenggalek dan Bojonegoro dibangun dengan dana triliunan.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Foto: ANTARA/Biro Pers dan Media Setpres
Presiden Joko Widodo (Jokowi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan dua bendungan di Jawa Timur (Jatim), yaitu Bendungan Tugu di Kabupaten Trenggalek dan Bendungan Gongseng di Kabupaten Bojonegoro.

"Alhamdulillah kita mendapatkan tambahan dua bendungan besar lagi di provinsi Jawa Timur yakni Bendungan Gongseng di Bojonegoro dan juga Bendungan Tugu di Kabupaten Trenggalek," kata Jokowi di Kabupaten Trenggalek, Jatim, Selasa (30/11).

Baca Juga

Kedua bendungan tersebut, menurut Jokowi, telah siap untuk dimanfaatkan demi meningkatkan ketahanan pangan di daerah tersebut. "Bendungan Tugu dibangun dengan biaya Rp 1,69 triliun dengan kapasitas tampung 12 juta meter kubik dan memberikan manfaat irigasi seluas 1.250 hektare," ucapnya.

Kemudian, Bendungan Gongseng memiliki daya tampung 22 juta meter kubik dan bisa mengairi 6.200 hektare. Jokowi berharap, dengan tambahan dua bendungan itu membuat aktivitas pertanian masyarakat bisa semakin meningkat.

 

"Petani semakin produktif, lebih sering menanam dan panen sehingga kita harapkan pendapatannya meningkat," ucap Jokowi.

Bendungan Tugu berdiri di lahan seluas 104 hektare yang terletak di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Trenggalek, Jawa Timur. Bendungan Tugu memiliki kedalaman fondasi 27,85 meter dan tinggi bendungan dari dasar sungai 81 meter.

Pengerjaan proyek Bendungan Tugu dilakukan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk selaku pelaksana. Bendungan tersebut juga ditargetkan menghasilkan produksi air 400 liter per detik untuk menghidupi sekitar 8 ribu jiwa di tiga desa.

Sementara Bendungan Gongseng dibangun dengan tinggi 34 meter dan dapat menyediakan air baku sebesar 300 liter per detik. Bendungan Gongseng disebut mempunyai lima potensi manfaat akni untuk irigasi seluas 6.191 hektare, penyediaan air baku 300 liter per detik, dan konservasi pariwisata.

Selain itu, reduksi banjir hingga 133,27 meter kubik per detik, serta berpotensi untuk pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,7 megawatt. Bendungan tersebut juga dapat menjadi sumber irigasi untuk enam kecamatan yaitu Kecamatan Sumberejo, Kanor, Balen, Kepohbaru, Baureno.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement