Ahad 26 Feb 2023 19:38 WIB

Ganjar: IKN Masa Depan Indonesia

Pemindahan ibu kota negara dinilai tak sekadar mewujudkan mimpi para pendiri bangsa.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Fernan Rahadi
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat memberikan sambutan pada pembukaan Workshop dan Rakornas Pemenangan Pemilu Partai Amanat Nasional (PAN) di Balroom Padma Hotel Semarang, Ahad (26/2).
Foto: Republika/bowo pribadi
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat memberikan sambutan pada pembukaan Workshop dan Rakornas Pemenangan Pemilu Partai Amanat Nasional (PAN) di Balroom Padma Hotel Semarang, Ahad (26/2).

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dinilai bukan hanya sekadar memindahkan pusat pemerintahan, namun juga merupakan gagasan rancangan Indonesia masa depan atau future nation.

Menurut Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pemindahan ibu kota negara ini bukan sekadar mewujudkan mimpi para pendiri bangsa kita, akan tetapi juga merupakan sebuah gagasan tentang rancangan Indonesia di masa depan.

Yakni sebuah ibu kota pusat pemerintahan negara yang memadukan kekayaan dan keindahan alam dengan teknologi, namun tidak akan mengesampingkan nilai-nilai kearifan lokal yang dimiliki.

Selain 70 persen wilayahnya yang merupakan kawasan hijau, di kawasan IKN nanti 80 persen kebutuhan energinya juga bakal bersumber dari pemanfaatan sumber energi yang terbarukan.

Tak hanya itu, konsep-konsep Smart Living, Smart City diciptakan dan disematkan pada semua layanan masyarakat lewat pemanfaatan teknologi.

Ingin membuat akta kelahiran, akta nikah pakai HP, paperless dan mobil di sana juga harus mobil listrik. "Bahkan, 80 persen transportasinya autonomous vehicle atau kendaraan nirawak dan sopir," katanya saat memberikan sambutan pada pembukaan Workshop dan Rakornas Pemenangan Pemilu Partai Amanat Nasional (PAN) di Balroom Padma Hotel Semarang, Ahad (26/2/2023).

Maka, lanjut Ganjar, dari gagasan dan konsep itulah peluang mewujudkan kemandirian di berbagai sektor semakin terbuka lebar.

Karena, dengan lahirnya IKN maka juga akan lahir tatanan baru, kebutuhan baru, pekerjaan baru dan mindset baru. Konsekuensinya, sumber daya manusia (SDM)-nya harus betul- betul disiapkan dengan sebaik- baiknya.

Sekolah, pondok pesantren, universitas, tempat- tempat kursus, laboratorium hingga para intelektual harus dioptimalkan.

"Inilah agenda panjang yang mesti kita kerjakan dengan cara bergotong- royong," kata gubernur, di hadapan Presien Jokowi dan Ketua Umum (Ketum) PAN, Zulkifli Hasan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement