Kamis 11 May 2023 06:53 WIB

Sebagian Calon Haji Reguler Pilih Tarik Dana dan Beralih ke Haji Khusus

Cukup banyak calon haji reguler di Indonesia dinilai memiliki keuangan yang cukup.

Sejumlah calon jemaah haji mengikuti bimbingan materi manasik haji.
Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
Sejumlah calon jemaah haji mengikuti bimbingan materi manasik haji.

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM -- Anggota Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Amri Yusuf menyebut, banyak calon haji reguler yang menarik dana hajinya untuk pindah dan mengantre ke program haji khusus. Ia mengatakan, hal tersebut dikarenakan masa tunggu haji khusus hanya sekitar 5-6 tahun, lebih singkat dibandingkan masa tunggu haji reguler yang mencapai 25 tahun.

"Banyak calon haji kita yang reguler mempunyai kemampuan ekonomi yang cukup, mereka mundur dari haji reguler dan pindah ke haji khusus," kata Amri, di Batam, Rabu (10/5/2023).

Baca Juga

Ia menambahkan, saat ini biaya haji khusus sekitar 8.000 dolar AS atau sektar Rp117.448.000. Amri menyebutkan pada musim haji 2023, jumlah calon haji lansia merupakan yang terbanyak, yakni mencapai 67.000 orang dari kuota haji Indonesia sebanyak 220.000 orang.

"Jamaah haji paling banyak di dunia dari Indonesia, yakni sebanyak 220.000 orang atau setara dengan kuota dari 20 negara. Tahun ini juga lebih kompleks pelaksanaannya, dari 220.000 calon haji yang berangkat ke Tanah Suci, 67.000 orang diantaranya adalah lansia dengan kisaran umur 65-109 tahun," kata dia.

Dengan begitu, pada musim haji 2023 Pemerintah Indonesia mengusung tema 'Haji Ramah Lansia'. Sebelumnya, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menargetkan nilai manfaat keuangan haji 2023 mencapai Rp10 triliun.

Deputi Bidang Keuangan BPKH, Juni Supriyanto mengatakan hingga saat ini perolehan nilai manfaat keuangan haji telah mencapai Rp2,75 triliun.

"Nilai manfaat tahun ini sudah Rp2,75 triliun, kalau dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu sebesar Rp2,6 triliun, naik 5,42 persen," kata Juni.

Ia menyampaikan terkait kesiapan keuangan haji saat ini dalam kondisi yang sehat dan siap mendukung pelaksanaan ibadah haji 1444 Hijriah/2023 Masehi.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement