Ahad 28 May 2023 05:02 WIB

Ditjen Haji: Kami Minta Maaf karena Jamaah JKG 03 Tunggu Lama untuk Masuk Hotel

Petugas haji akan memastikan semua hotel 100 persen siap sambut jamaah haji.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Erdy Nasrul
Petugas membantu jamaah haji saat memasuki Asrama Haji Embarkasi Kertajati, Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (27/5/2023) malam. Sebanyak 366 orang jamaah haji asal Kabupaten Majalengka masuk ke asrama haji Embarkasi Kertajati untuk diberangkatkan ke Makkah melajui bandara Kertajati pada Ahad (28/5) malam.
Foto: Antara/Dedhez Anggara
Petugas membantu jamaah haji saat memasuki Asrama Haji Embarkasi Kertajati, Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (27/5/2023) malam. Sebanyak 366 orang jamaah haji asal Kabupaten Majalengka masuk ke asrama haji Embarkasi Kertajati untuk diberangkatkan ke Makkah melajui bandara Kertajati pada Ahad (28/5) malam.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Fase kedatangan jamaah haji Indonesia di Madinah telah berjalan sejak 24 Mei 2023. Proses ini akan berlangsung hingga 7 Juni, dengan rata-rata 15 kelompok terbang (kloter) per-hari.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Hilman Latief, mengatakan proses kedatangan jamaah ini adakalanya berlangsung dalam waktu berdekatan. Untuk itu, dibutuhkan kesigapan dan kecepatan dalam proses penempatan jamaah di hotel, sehingga mereka tidak menunggu terlalu lama.

Baca Juga

“Kita belajar dari apa yang dialami jamaah JKG 03 yang sempat menunggu cukup lama saat akan masuk ke hotel. Kami minta maaf atas ketidaknyamanan tersebut," kata dia dalam keterangan yang didapat Republika, Ahad (28/5/2023).

Pihaknya pun disebut telah menyiapkan langkah mitigasi, agar proses registrasi jamaah saat tiba di hotel bisa lebih cepat dan mereka bisa segera masuk kamar. Di sisi lain, koordinasi lintas bidang dan sektor juga diperkuat.

Kemenag disebut juga melakukan pengecekan data isian kamar yang disiapkan oleh hotel, dengan jumlah kasur yang tersedia di setiap kamarnya.

“Kita juga lakukan penyelarasan dokumen-dokumen yang ada dengan Siskohat, agar setiap data bisa lebih mudah diakses secara digital,” lanjut dia.

Langkah mitigasi lainnya adalah dilakukan proses pengaturan penempatan petugas di setiap hotel dan sektor. Pengaturan ini dilakukan utamanya pada saat arus kedatangan kloter cukup banyak di satu titik hotel dan dalam waktu yang bersamaan. 

Dengan petugas yang proporsional, layanan kepada jamaah disebut bisa lebih optimal dan proses masuk ke hotel bisa lebih cepat dan lancar.

Sebelumnya, 393 jamaah yang tergabung dalam kloter JGK 3 sempat terlambat masuk kamar hotel. Mereka tiba di Hotel Grand Plaza Al Madinah pada Kamis (25/5/2023), pukul 00.01 waktu Arab Saudi.

Menurut Hilman, kendala ini terjadi karena data isian kamar (kruki) yang diberikan pihak hotel ternyata tidak sebanyak kapasitas penempatan yang tersedia. Karena itu, terjadi selisih data di lokasi.

“Ini bagian yang kita mitigasi ke depan. Kita lakukan pengecekan dan konfigurasi ulang penempatan sesuai data kamar yang tersedia di setiap hotel,” ujar Hilman.

Pada hari itu juga, kata Hilman, ada jamaah JKG 3 yang sudah mendapatkan kamarnya masing-masing. Sebanyak 191 jamaah yang menempati hotel Grand Plaza Al-Madinah, 20 jamaah menempati Grand Plaza Badr Al Maqam, serta 182 jamaah menempati Nada Al Salam.

“Alhamdulillah, setelah sempat menunggu, semua jamaah akhirnya mendapat kamar hotel. Dalam proses menunggu, mereka juga tetap mendapatkan sarapan,” kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement