Senin 12 Jun 2023 18:28 WIB

Pemkab Kudus Sarankan Warga Beli Ternak Kurban yang Dilengkapi Barcode

Ini mempermudah pedagang yang hendak mendatangkan hewan ternak dari luar daerah.

Hewan kurban ber-barcode (ilustrasi).
Foto: Republika/Dea Alvi Soraya
Hewan kurban ber-barcode (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, KUDUS -- Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menyarankan masyarakat maupun panitia kurban untuk membeli ternak yang sudah terpasang tanda pengenal atau identitas berupa eartag secure Quick Response (QR) Code karena lebih terjamin kesehatannya.

"Dengan adanya label tersebut maka hewan dipastikan sudah menjalani vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK), selain itu terdapat informasi usia ternak, jenis ternak dan data pemilik," kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kudus Agus Setiawan di Kudus, Senin (12/6/2023). 

Baca Juga

Menurut dia, dengan adanya barcode tersebut, juga ada jaminan bahwa ternak tersebut sehat karena sudah ada pemeriksaan kesehatan sebelum divaksin.

Keuntungan lainnya, kata dia, mempermudah pedagang yang hendak mendatangkan hewan ternak dari luar daerah karena yang sudah terpasang barcode sudah bisa dipastikan menjalani vaksinasi dan sehat.

Pemkab Kudus sendiri sudah melakukan pemasangan barcode secara bertahap, mengingat dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan ketersediaan sinyal internet. Setelah terpasang barcode, maka dilakukan pemindaian untuk input data secara daring.

Dalam rangka mengawasi lalu lintas hewan ternak dari luar daerah menjelang Hari Raya Idul Kurban, maka pihaknya bersama tim melakukan pemantauan kesehatan hewan ternak di kantong-kantong peternak, pedagang serta pasar ternak.

"Untuk sementara, belum ada temuan hewan ternak yang dijual di pasaran mengalami sakit," ujarnya.

Kalaupun ada temuan, kata dia, pada bulan Mei 2023 ditemukan beberapa ekor sapi milik peternak terjangkit virus lumpy skin disease (LSD) atau penyakit kulit berbenjol.

Satu ekor sapi dinyatakan sembuh dan beberapa ekor lainnya masih tahap penyembuhan setelah sebelumnya menjalani pengobatan dan penyuntikan antibiotik.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement