Selasa 07 Nov 2023 13:59 WIB

Penanganan Sampah Sempat Terganggu Karena TPA Rawakucing Kebakaran

Pemkot Tangerang akui penanganan sampah terganggu akibat kebakaran TPA Rawakucing.

Rep: RR Laeny Sulistyawati/ Red: Bilal Ramadhan
Sejumlah petugas berupaya memadamkan api di TPA Rawaucing, Kota Tangerang, Banten. Pemkot Tangerang akui penanganan sampah terganggu akibat kebakaran TPA Rawakucing.
Foto: ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin
Sejumlah petugas berupaya memadamkan api di TPA Rawaucing, Kota Tangerang, Banten. Pemkot Tangerang akui penanganan sampah terganggu akibat kebakaran TPA Rawakucing.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang mengakui kebakaran yang sempat terjadi di tempat pembuangan akhir (TPA) Rawakucing beberapa waktu lalu sempat membuat penanganan sampah terganggu. Kendati demikian, kini pelayanan sampah kembali seperti semula.

"Saat kebakaran terjadi, penanganan sampah di Kota Tangerang memang sempat terganggu," kata Kepala DLH Kota Tangerang Tihar Sopian.

Baca Juga

Kendati demikian, saat ini pihaknya mengeklaim semua pelayanan sampah di Kota Tangerang sudah kembali normal. Selain menggunakan lahan darurat seluas 2 hektare, dia menyebutkan pembuangan ke TPA pada pintu satu juga sudah kembali normal. Pintu tiga TPA Rawakucing juga akan segera dibuka. 

"Disisi lain, mengantisipasi kasus kebakaran tak terulang, DLH Kota Tangerang juga sudah membangun tiga tandon, dan akan bertambah dengan target delapan tandon terbangun di TPA Rawakucing,” ujarnya.

Di lain pihak, DLH Kota Tangerang juga mengajak masyarakat untuk memilah sampah. Sehingga, sampah yang dibuang hanyalah residu. Dia menjelaskan, langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi semakin berkurangnya kapasitas TPA Rawakucing. Terlebih, usai terjadinya kebakaran hebat di TPA Rawakucing, memang diperlukan langkah nyata dari seluruh penghasil sampah di Kota Tangerang.

“Jika, pemilahan sampah dari rumah tangga ini dilakukan dengan baik, maka volume sampah yang dibuang ke TPA Rawakucing tidak akan terlalu banyak. Karena hanya ada sampah residu saja,” ujar Tihar.

Pihaknya berharap usia TPA Rawakucing bisa lebih panjang lagi. Ia menjelaskan, selain mengimbau masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah dari rumah.

DLH Kota Tangerang juga menggandeng sederet aktivis atau penggiat lingkungan untuk memasifkan pemilahan sampah. Mulai dari Bank Sampah, Kampung Proklim, Adiwiyata hingga penggiat lingkungan lainnya.

“Kami berharap, pengurangan sampah ini bisa sama-sama kita lakukan bersama, dengan komitmen yang nyata. Karena memang, sampah adalah urusan bersama, ayo memilah, mengolah dan memanfaatkan kembali, dan hanya sampah residu yang datang ke TPA Rawakucing,” ujarnya.

Perlu diketahui, sampah residu merupakan sampah yang sulit atau tidak dapat didaur ulang dengan mudah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement