Selasa 16 Dec 2025 23:51 WIB

Di Hadapan Petani Cabai, Wakil Ketua MPR Ingatkan Pentingnya Jaga Mekanisme Pasar

Harga cabai harus menguntungkan para petani.

Pedagang memilah cabai rawit (ilustrasi).
Foto: Edi Yusuf
Pedagang memilah cabai rawit (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, NGAWI – Stabilitas harga pangan harus menjadi titik temu antara kepentingan petani dan konsumen.

“Jika harga terlalu rendah, petani tertekan. Namun jika terlalu tinggi, masyarakat juga kesulitan. Kita harus mencari harga yang adil dan berimbang,” kata Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono meninjau langsung kebun cabai di desa setempat, sekaligus berdialog secara terbuka dengan para petani.

Baca Juga

Hal ini dia lakukan di sela-sela Kunjungan Daerah Pemilihan (Kundapil) ke Desa Bangunrejo, Ngawi, Selasa (16/12/2025).

Kegiatan tersebut dalam rangka Dialog Kebangsaan Bersama Wakil Ketua MPR RI bertajuk “Kestabilan Harga Pangan sebagai Pilar Ketahanan Nasional”.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Partai Demokrat untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memastikan kebijakan pangan nasional benar-benar berpihak pada rakyat, khususnya petani dan konsumen.

Menurutnya, mekanisme pasar perlu dijaga tetap sehat, dengan pengawasan pemerintah agar tidak terjadi distorsi yang merugikan salah satu pihak.

Dari dialog tersebut, Ibas mendapatkan gambaran nyata mengenai dinamika harga cabai di lapangan, mulai dari biaya produksi, pola panen, hingga fluktuasi harga jual di pasar lokal.

Petani setempat menjelaskan bahwa harga cabai rawit sempat menembus Rp100 ribu hingga Rp130 ribu per kilogram, sementara di tingkat petani harga ideal berada di kisaran Rp60 ribu–Rp70 ribu per kilogram agar tetap menguntungkan namun tidak memberatkan masyarakat.

Dengan pola panen dua kali seminggu dan hasil mencapai sekitar 50 kilogram per pekarangan, cabai menjadi komoditas yang menjanjikan jika dikelola dengan baik.

Ibas, begitu akrab disapa menyoroti pentingnya pemanfaatan lahan pekarangan sebagai solusi nyata menjaga pasokan cabai dan menekan gejolak harga.

Dia mengapresiasi petani Bangunrejo yang mampu berinovasi dengan memanfaatkan lahan non-sawah tanpa mengganggu fungsi pertanian pangan utama.

“Ini contoh berpikir maju, thinking outside the box. Cerita sukses seperti ini harus ditularkan ke desa-desa lain,” ujar anggota Dewan Penasihat KADIN ini.

Selain itu, lulusan S3 IPB University ini menyinggung tantangan yang dihadapi petani, seperti keterbatasan pupuk subsidi, serangan hama, hingga kebutuhan modal usaha.

dia menegaskan Partai Demokrat akan mengawal agar distribusi pupuk lebih adil, akses permodalan diperluas, serta hasil pertanian lokal dapat terserap dengan baik, termasuk untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kalau bahan pangan bisa langsung dari petani lokal, kualitas terjaga, harga lebih bersahabat, dan petani juga sejahtera,” jelas Ketua Fraksi Partai Demokrat ini.

Dalam kesempatan saat memberikan sambutannya di hadapan warga, anggota Dapil Jawa Timur VII ini menegaskan bahwa desa adalah fondasi kemajuan bangsa.

dia mendorong agar pembangunan pendidikan, pertanian, infrastruktur, dan perumahan layak terus diperkuat hingga ke tingkat desa. Ibas juga membuka ruang aspirasi masyarakat terkait beasiswa pendidikan, program Bedah Rumah (BSPS), serta penguatan irigasi dan alat pertanian, untuk langsung disampaikan ke Partai Demokrat.

Lulusan S2 Nanyang Technological University Singapura ini turut menyoroti kondisi harga pangan menjelang akhir tahun, di mana harga cabai dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya mengalami kenaikan signifikan hingga memicu tingginya animo masyarakat terhadap pasar murah di Ngawi.

Dia menegaskan pentingnya pengawasan distribusi, operasi pasar yang tepat sasaran, serta penguatan produksi lokal agar ketahanan pangan tetap terjaga.

“Ketahanan nasional dimulai dari dapur rakyat. Jika harga pangan stabil, petani sejahtera, dan masyarakat tenang, maka bangsa ini akan kuat,” ujar dia.

Dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga optimisme, gotong royong, dan semangat kemandirian desa.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement