Selasa 23 Dec 2025 21:19 WIB

Lolos dari Kecelakaan Maut di Semarang, Sopir Bus Cahaya Trans Ternyata Driver Cadangan

Enam belas orang dilaporkan tewas dalam kecelakaan tersebut.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Karta Raharja Ucu
Kondisi bangkai bus PO Cahaya Trans bernomor polisi B 7201 IV pascakecelakaan terparkir di kawasan Gerbang Tol Muktiharjo, Semarang, Jawa Tengah, Senin (22/12/2025). Berdasarkan data posko gabungan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 mencatat 16 penumpang meninggal dunia dan 18 penumpang lainnya mengalami luka-luka imbas kecelakaan tunggal bus PO Cahaya Trans rute Jatiasih–Yogyakarta tersebut pada Senin (22/12) dini hari.
Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Kondisi bangkai bus PO Cahaya Trans bernomor polisi B 7201 IV pascakecelakaan terparkir di kawasan Gerbang Tol Muktiharjo, Semarang, Jawa Tengah, Senin (22/12/2025). Berdasarkan data posko gabungan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 mencatat 16 penumpang meninggal dunia dan 18 penumpang lainnya mengalami luka-luka imbas kecelakaan tunggal bus PO Cahaya Trans rute Jatiasih–Yogyakarta tersebut pada Senin (22/12) dini hari.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Kapolda Jawa Tengah (Jateng) Irjen Pol Ribut Hari Wibowo mengungkapkan, sopir bus Cahaya Trans yang terguling di exit tol Krapyak, Kota Semarang, Senin (22/12/2025) dini hari, termasuk di antara korban selamat. Dia mengatakan, sopir tersebut kini diamankan di Polrestabes Semarang. 

"Setelah kita cek, ternyata driver kendaraan bus tersebut adalah driver cadangan. Kemudian kami melakukan olah TKP, kami melakukan penyidikan," ujar Ribut seusai meninjau posko identifikasi korban atau DVI insiden kecelakaan bus Cahaya Trans di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Kariadi, Senin pagi. 

 

Dia menambahkan, sejauh ini kecelakaan bus Cahaya Trans bernomor polisi B 7201 IV merupakan kecelakaan tunggal. "Sopir selamat dan diamankan di Polrestabes Semarang," ujarnya. 

 

Ribut mengatakan, sopir tersebut akan diperiksa, termasuk keadaan fisiknya saat mengemudikan bus. "Sopirnya juga sedang kami tes urin. Kami tes apakah yang bersangkutan menggunakan narkoba atau kandungan zat yang dilarang lainnya," ucapnya. 

 

Dia mengungkapkan, jumlah korban tewas akibat kecelakaan bertambah satu orang menjadi 16 jiwa. Sementara korban luka sebanyak delapan orang.

 

"Untuk yang meninggal, kami sudah koordinasi dengan dokter, untuk segera diidentifikasi. Pos mortem dan antemortem sudah kami siapkan di sini. Kami membuka posko bagi keluarga yang meninggal," kata Ribut. 

 

"Kami mengucapkan dukacita, turut berbelasungkawa dan prihatin dengan kejadian yang terjadi pada dini hari tadi pukul 01:00 WIB," tambah Ribut. 

 

Dia memastikan, biaya perawatan bagi para korban luka akan sepenuhnya ditanggung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng. Selain itu, nantinya Pemprov Jateng dan Polda Jateng, termasuk pihak rumah sakit, akan berkoordinasi untuk mengantarkan seluruh jenazah ke rumah duka masing-masing. 

 

"Kami juga berkoordinasi dengan Jasa Raharja untuk memastikan seluruh korban mendapatkan santunan sesuai ketentuan,” kata Ribut. 

Berita Lainnya

Rekomendasi