Sabtu 27 Dec 2025 12:18 WIB

Sambut Libur Nataru, Pariaman Buka Kembali Wisata Pulau Angso Duo

Pengawasan kapal diperketat menyusul cuaca ekstrem sebelumnya.

Foto udara sejumlah pengunjung menikmati wisata di Pantai Gandoriah, Pariaman, Sumatera Barat, Ahad (8/5/2022). Pemkot Pariaman mencatat, sedikitnya 300 ribu pengunjung mendatangi kota pantai itu selama digelarnya Festival Pantai libur lebaran dengan meraup pendapatan asli daerah (PAD) mencapai Rp258 juta.
Foto: ANTARA/Iggoy el Fitra
Foto udara sejumlah pengunjung menikmati wisata di Pantai Gandoriah, Pariaman, Sumatera Barat, Ahad (8/5/2022). Pemkot Pariaman mencatat, sedikitnya 300 ribu pengunjung mendatangi kota pantai itu selama digelarnya Festival Pantai libur lebaran dengan meraup pendapatan asli daerah (PAD) mencapai Rp258 juta.

REPUBLIKA.CO.ID,PARIAMAN — Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat, kembali membuka objek wisata Pulau Angso Duo untuk menyambut libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Pembukaan dilakukan dengan mengetatkan pengawasan keberangkatan kapal mengingat wilayah tersebut masih kerap diguyur hujan.

“Pulau Angso Duo kembali dibuka untuk wisatawan karena kondisi cuaca sudah lebih baik dibandingkan akhir November lalu, namun dengan memperketat pengawasan keberangkatan kapal,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Ferialdi di Pariaman, Sumatera Barat, akhir pekan ini.

Baca Juga

Ia menjelaskan sebelumnya Pemkot Pariaman menutup sementara objek wisata Pulau Angso Duo selama masa tanggap darurat bencana karena dikhawatirkan membahayakan keselamatan pengunjung.

Seiring membaiknya kondisi cuaca sejak bulan lalu, salah satu destinasi unggulan Kota Pariaman tersebut kembali dibuka guna menyambut libur akhir tahun dan libur sekolah.

Namun demikian, lanjut Ferialdi, Pemkot Pariaman bersama pihak terkait memperketat pengawasan operasional kapal wisata dengan melarang kapal berlayar apabila cuaca dinilai buruk.

Selain itu, petugas juga diminta melakukan pemeriksaan terhadap kelayakan kapal dan perlengkapan keselamatan pelayaran guna mengantisipasi risiko jika terjadi perubahan cuaca secara mendadak.

Ia menyebutkan tarif retribusi masuk ke Pulau Angso Duo tetap sebesar Rp 15 ribu per orang. Retribusi tersebut belum termasuk biaya transportasi kapal wisata yang melayani penyeberangan dari Pantai Gandoriah atau muara menuju pulau.

Ferialdi juga mengungkapkan sejumlah fasilitas di Pulau Angso Duo mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut pada akhir November lalu, seperti dermaga apung dan atap musala.

“Untuk sementara, wisatawan naik dan turun kapal melalui pantai karena dermaga apung masih rusak,” katanya.

Meski demikian, ia memastikan fasilitas lainnya di Pulau Angso Duo tidak terdampak bencana hidrometeorologi dan tetap dapat dimanfaatkan wisatawan selama berlibur.

Sebelumnya, sejumlah fasilitas wisata di Pulau Angso Duo mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November lalu, yang sempat mengurangi kenyamanan wisatawan.

“Cuaca ekstrem beberapa minggu lalu menyebabkan atap musala di Pulau Angso Duo rusak dan air masuk ke dalam bangunan,” ujar Ferialdi.

Ia menjelaskan kerusakan terjadi akibat atap musala terbuka setelah diterpa angin kencang, sehingga air hujan masuk ke dalam rumah ibadah umat Muslim tersebut.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement