Ahad 28 Dec 2025 20:51 WIB

Malioboro Dipenuhi Wisatawan, Wali Kota Yogya Sarankan Warganya Liburan ke Daerah Lain di DIY

Kota Yogya dipenuhi wisatawan saat libur Nataru 2025.

Rep: Wulan Intandari/ Red: Karta Raharja Ucu
Wisawatan memadati kawasan Malioboro, Yogyakarta, Selasa (23/12/2025). Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta memprediksi sebanyak 7 juta wisatawan akan memasuki Kota Yogyakarta pada periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Foto: ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
Wisawatan memadati kawasan Malioboro, Yogyakarta, Selasa (23/12/2025). Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta memprediksi sebanyak 7 juta wisatawan akan memasuki Kota Yogyakarta pada periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA - Tagar #SatuIndonesiaLiburanKeYogyakarta yang belakangan viral, seolah menjadi kenyataan pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Lonjakan wisatawan yang terus berdatangan ke DIY selama libur Nataru ini membuat Kota Yogyakarta ikut ramai dipadati wisatawan dari berbagai daerah.

Pantauan Republika, kawasan wisata utama seperti Malioboro sesak baik siang maupun malam hari, sementara lalu lintas di sejumlah ruas jalan juga mengalami kepadatan yang signifikan. Keramaian mulai terasa sejak awal pekan libur.

Banyak wisatawan yang menghabiskan waktunya di Malioboro untuk berbelanja, menikmati kuliner, hingga sekadar berjalan-jalan dan mengambil swafoto di berbagai lokasi yang menjadi ciri khas Malioboro. Kondisi ini berdampak langsung pada lalu lintas di jalan-jalan utama kota yang kerap tersendat, terutama pada jam-jam sibuk. 

Lonjakan wisatawan ini dipicu oleh kemudahan akses menuju Yogyakarta. Moda transportasi seperti kereta api dan pesawat masih menjadi pilihan utama, ditambah akses jalan darat yang semakin terbuka dengan keberadaan ruas tol di wilayah sekitar. Tak heran jika Yogyakarta kembali menjadi destinasi favorit nasional saat musim liburan.

Namun di tengah euforia pariwisata tersebut, bagaimana nasib warga Kota Yogyakarta sendiri? Apakah turut menikmati waktu liburnya? Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyarankan warganya untuk berlibur ke daerah lain di sekitar DIY apabila merasa jenuh dengan keramaian di dalam kota.

"Saya berharap orang Jogja ini bisa melihat (destinasi wisata -Red) di luar juga bagus. Ke Gunungkidul, ke Kulon Progo, ke Bantul kan juga bagus saya kira," kata Hasto, Ahad (28/12/2025). 

Pemerintah kota sebelumnya mengajak masyarakat lokal untuk mengalah dan memberi ruang bagi wisatawan agar dapat berlibur dengan nyaman, khususnya di kawasan-kawasan ikonik seperti Malioboro yang sudah menjadi langganan kunjungan warga sehari-hari. Menurut Hasto, warga Yogyakarta memiliki kemudahan akses untuk berwisata ke wilayah sekitar karena jaraknya relatif dekat.

Ia mencontohkan sejumlah destinasi di Kabupaten Kulon Progo seperti Girimulyo dan kawasan perbukitan Menoreh yang menawarkan suasana alam yang lebih tenang. "Jaraknya juga dekat. Mau ke pantai juga bisa ke Gunungkidul atau Bantul," ujarnya.

photo
Suasana padatnya kendaraan di kawasan Malioboro, Yogyakarta, di momen libur Nataru, Sabtu (27/12/2025). - (Wulan Intandari)

Pemerintah sejatinya telah memprediksi lonjakan wisatawan selama Nataru. Kepadatan yang terjadi kerap membuat warga lokal enggan beraktivitas di pusat kota.

"Kalau bisa bayangkan, misalnya orang (dari) Jakarta mau berlibur, itu mungkin kalau ke Jogja, banyak yang masih menggunakan jalan darat juga tercapai, kereta api terjangkau gitu ya, itu salah satu pengaruhnya (mengapa Yogyakarta ramai didatangi wisatawan -Red)," ucap Hasto.

Tanpa diminta pun, sebagian warga memilih mengurangi aktivitas di pusat kota. Beberapa di antaranya menunda kunjungan ke tempat wisata dalam kota, memilih berdiam di rumah, atau mengalihkan aktivitas ke wilayah pinggiran. Ada pula yang memanfaatkan libur panjang dengan berwisata ke kabupaten sekitar seperti Kulon Progo, Bantul, atau Gunungkidul yang relatif lebih lengang.

Salah satunya Wening, warga Yogyakarta. Ia memilih menunda liburan hingga kondisi kota kembali normal. "Di rumah saja dulu, jalanan juga macet parah kalau mau ke mana-mana," ucapnya.

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi