Selasa 13 Jan 2026 05:47 WIB

Dinkes Sebut Keracunan Massal di SMKN 11 Semarang Diduga karena MBG karena SPPG tak Patuhi SOP

Sebanyak 75 siswa SMKN 11 Semarang keracunan diduga karena menyantap MBG.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Karta Raharja Ucu
Para siswa korban keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Foto: Edi Yusuf
Para siswa korban keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG).

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang tengah menguji sampel menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menyebabkan 75 siswa SMKN 11 Semarang mengalami keracunan pada Kamis (8/1/2025). Mereka mengakui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyuplai MBG ke sekolah tersebut tak mematuhi standar operasional prosedur (SOP). 

Kepala Dinkes Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam, mengungkapkan, SPPG penyuplai MBG ke SMKN 11 Semarang adalah SPPG Banyumanik Pudakpayung IV. "SPPG Pudakpayung IV itu ada beberapa SOP yang tidak dilakukan dengan tepat," ujarnya ketika dihubungi, Jumat (9/1/2025). 

Baca Juga

Dia menambahkan, setidaknya terdapat 12 SOP yang harus dipatuhi dan dilaksanakan SPPG dalam proses pengolahan serta penyajian MBG. "Dari temuan kawan-kawan tadi, ada beberapa (SOP) yang tidak dilakukan dengan tepat (oleh SPPG Banyumanik Pudakpayung IV)," kata Hakam. 

Namun dia tak menjelaskan secara terperinci SOP apa yang tak dilaksanakan SPPG Banyumanik Pudakpayung IV. Hakam hanya menyampaikan SPPG tersebut sebenarnya telah memiliki sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS). 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi