REPUBLIKA.CO.ID, PEMALANG -- Lima kabupaten di kaki Gunung Slamet kebanjiran. Penyebab banjir dicurigai karena alih fungsi lahan di kaki pegunungan tersebut, yakni Purbalingga, Pemalang, Tegal, Banyumas, dan Brebes. Karena itu Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menginginkan adanya kajian dan pemetaan soal apakah terjadi alih fungsi lahan di kawasan Gunung Slamet.
Yasin mengatakan, berdasarkan pengamatannya meninjau beberapa lokasi terdampak banjir di wilayah kaki Gunung Slamet, memang terdapat material pepohonan yang ikut terbawa arus. Di antara material tersebut, terdapat batang-batang pohon yang memang tampak tercerabut akibat diterjang arus air.
Namun Yasin turut melihat adanya batang-batang pohon yang tampaknya sudah cukup lama tumbang atau ditebang. Dia mengatakan, pada 2017, kawasan Gunung Slamet pernah dilanda kebakaran cukup besar.
"Sehingga itu juga kemungkinan material-material hasil kebakaran tahun 2017 yang belum sempat dibersihkan itu terbawa (arus). Tapi tidak menutup kemungkinan juga ada peralihan alih fungsi (lahan)," kata Yasin saat meninjau Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, salah satu lokasi terparah terdampak banjir, Ahad (26/1/2026).
Menurut dia, saat ini merupakan momen tepat untuk kembali memetakan kondisi di lereng Gunung Slamet. "Momen ini sebenarnya pas untuk bagaimana menyatukan dari lima kabupaten ini untuk berbicara bersama-sama, mengirim bersama-sama berkasnya, untuk hutan lindung benar-benar harus kita kuatkan," ucapnya.
"Kami juga sudah mengusulkan supaya hutan lindung ini benar-benar diperkuat lagi ke pemerintah pusat," tambah Yasin.
Karena saat ini musim hujan masih berlangsung, Yasin mengimbau masyarakat Jateng, khususnya mereka yang tinggal di daerah kaki pegunungan, agar selalu waspada. "Saya berharap kepada tokoh masyarakat dan tokoh-tokoh agama, yuk kita mulai mendoakan keselamatan masyarakat Indonesia. Karena banjir ini kan berbarengan, ada di wilayah Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, hampir berbarengan di Bekasi, Banten," katanya.
Rekomendasi
-
Rabu , 13 May 2026, 15:13 WIB
Guratan Masa Lalu untuk Lukisan Masa Depan
-
-
Rabu , 13 May 2026, 14:41 WIBPolisi terdakwa Kasus Kematian Dosen Untag, Dipecat dari Kepolisian dan Dituntut Penjara 5 Tahun
-
Rabu , 13 May 2026, 13:50 WIBWamendagri Bima Arya Mencak-mencak karena 9 Gubernur Anggota FKD MPU Mangkir Raker
-
Rabu , 13 May 2026, 13:16 WIBDosennya Lecehkan Mahasiswi, Warek UIN Walisongo: Kami Bonyok dan Benjut oleh Pemberitaan
-
Rabu , 13 May 2026, 12:58 WIBRibuan Massa AMPB Geruduk Mapolresta Pati Tuntut Kaporesta Dicopot, Polda Jateng Terjunkan Brimob
-