Kamis 05 Feb 2026 08:53 WIB

Anak SD di NTT Bunuh Diri, Menkes BGS: Ada 10 Juta Anak Berisiko Terkena Penyakit Mental

Menkes menyadari kasus kesehatan mental anak belum mendapatkan perhatian maksimal.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin saat menyampaikan informasi terkait isu kemunculan super flu kepada wartawan di Yogyakarta, Kamis (8/1/2026).
Foto: Wulan Intandari/ Republika.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin saat menyampaikan informasi terkait isu kemunculan super flu kepada wartawan di Yogyakarta, Kamis (8/1/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin merespons kasus anak bunuh diri karena tidak mampu membeli alat tulis di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kasus yang menjadi sorotan publik membuat Kementerian Kesehatan bergerak cepat dengan menyiapkan layanan psikologi klinis.

"Kesehatan mental anak memang kita sudah lakukan skrining, ada 10 juta anak yang berisiko (terkena penyakit mental). Nah, sekarang, saya mau menyiapkan ada psikologi klinis di masing-masing puskesmas, supaya penyakit-penyakit jiwa yang selama ini enggak tertangani di rumah sakit, bisa ditangani di puskesmas," katanya ditemui di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Baca Juga

Budi menyadari kasus kesehatan mental pada anak masih belum mendapatkan perhatian yang maksimal. Karena itu, melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG), pemerintah juga tengah berupaya memasukkan pemeriksaan kesehatan mental pada anak, termasuk memberikan pelayanan di puskesmas-puskesmas.

"Sebelumnya kan kita enggak tahu ada masalah kejiwaan pada anak, nah sekarang melalui skrining, kita sudah tahu ada 10 juta, itu harus ditangani dengan menaruh psikolog klinis di puskesmas yang bekerja sama dengan sekolah, supaya bisa diobati secara preventif dan promotif," ujar dia.

Kehidupan adalah anugerah berharga dari Allah SWT. Segera ajak bicara kerabat, teman-teman, ustaz/ustazah, pendeta, atau pemuka agama lainnya untuk menenangkan diri jika Anda memiliki gagasan bunuh diri. Konsultasi kesehatan jiwa bisa diakses di hotline 119 extension 8 yang disediakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes juga bisa dihubungi pada 021-500-454. BPJS Kesehatan juga membiayai penuh konsultasi dan perawatan kejiwaan di faskes penyedia layanan
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement