REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Puluhan pengurus inti di 12 dewan pimpinan cabang (DPC) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Semarang memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya. Langkah itu merupakan bentuk protes dan kekecewaan mereka atas struktur kepengurusan DPD PSI Kota Semarang yang disahkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI.
Hanif Navila Rozaq merupakan salah satu pengurus yang mundur. Sebelumnya dia menjabat Ketua DPC PSI Semarang Utara. Hanif mengungkapkan, sebab musabab mundurnya para pengurus di 12 DPC PSI Kota Semarang adalah ketidaksesuaian struktur kepengurusan DPD PSI Kota Semarang antara yang telah disepakati pengurus DPC dan yang disahkan DPP.
Dia menerangkan, struktur kepengurusan yang disepakati segenap pengurus DPC PSI Kota Semarang memilih Bangkit Mahanantiyo sebagai ketua, Bayu Romawan sebagai sekretaris, dan Irwan Leokita selaku bendahara. "Kepengurusan ini sudah dikomunikasikan ke DPC-DPC, dan DPC-DPC setuju atas susunan tersebut," ungkap Hanif kepada Republika, Senin (23/2/2026).
Hanif menambahkan, proses pemilihan pengurus DPD PSI Kota Semarang tersebut sudah melalui proses yang demokratis. "Proses pemilihannya sudah dilakukan dengan skema one man one vote di kepengurusan DPD dan keluarlah hasil tadi," ujarnya.
Namun, dalam surat keputusan (SK) DPP PSI, struktur kepengurusan inti DPD PSI Kota Semarang mengalami perubahan. Hanif mengatakan, dalam SK tersebut, Bangkit Mahanantiyo tetap menjadi ketua. Sedangkan posisi sekretaris dan bendahara masing-masing diisi Melly Pangestu serta Aisyah Firdausa.