REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Fenomena tanah gerak kembali terjadi di Kota Semarang, Jawa Tengah. Insiden terbaru terjadi di Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, tepatnya di sekitar Jalan Delik Sari.
Tanah bergerak telah menyebabkan Jalan Delik Sari rusak dan diuruk warga. Terdapat dua rumah yang roboh akibat bencana tersebut. Salah satunya terletak di ujung jalan RT03/RW06.
Pemilik rumah, Mujihadatun Istiqomah (32 tahun) mengatakan, rumahnya roboh akibat tanah gerak pada 18 Februari 2026 lalu, sekitar pukul 10:30 WIB. Dia mengatakan, hari itu daerah rumahnya dilanda hujan deras disertai angin
"Anginnya dulu yang kencang sekali. Habis itu baru hujan angin. Tiba-tiba tanahnya gerak, terus rumah ambles," kata Mujihadatun saat diwawancara pada Rabu (25/2/2026).
Beruntung, saat itu Mujihadatun dan anak-anaknya sedang tak berada di rumah. Dia memperoleh kabar rumahnya telah roboh akibat tanah bergerak dari tetangganya.
Karena sedang tak berada di rumah, Mujihadatun tak bisa menyelamatkan atau mengevakuasi harta bendanya. "TV, perabotan, masih di situ. Enggak sempat diselamatkan," ujarnya.