Selasa 03 Mar 2026 14:08 WIB

Identitas Terduga Pelaku Pembunuhan di Bantul Masih Misterius, Polisi Akui Petunjuk Kasus Rumit

Polisi sudah memeriksa tujuh saksi, termasuk istri korban.

Rep: Wulan Intandari/ Red: Karta Raharja Ucu
Pihak kepolisian saat mendatangi TKP pembunuhan di wilayah Sedayu.
Foto: Humas Polres Bantul
Pihak kepolisian saat mendatangi TKP pembunuhan di wilayah Sedayu.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL --  Hampir sepekan berlalu, kasus dugaan pembunuhan yang menewaskan seorang pria berinisial TYR (36 tahun) di Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul, DIY masih dalam proses penyelidikan oleh jajaran Polres Bantul hingga saat ini, Selasa (2/3/2026).

Kasi Humas Polres Bantul, Rita Hidayanto, mengatakan pihaknya telah memeriksa tujuh saksi untuk mendalami kasus tersebut, termasuk istri korban juga diperiksa. "Kasus pembunuhan salah satu anggota ormas itu yang di Sedayu masih penyelidikan dan saat ini ada tujuh saksi yang diperiksa, salah satunya istri korban. Yang enam orang lainnya rekan-rekan korban sendiri. Sekarang masih penyelidikan," katanya saat dihubungi Republika, Selasa (2/3/2026).

Baca Juga

Iptu Rita menyampaikan, lamanya proses penyelidikan ini, salah satunya dikarenakan petunjuk yang diperoleh tergolong rumit. Berdasarkan keterangan istri korban, terdapat dua orang yang datang ke rumah saat kejadian. Satu pelaku masuk dan melakukan penyerangan, sedangkan satu lainnya menunggu di atas sepeda motor.

Terduga pelaku itu menggunakan penutup wajah atau sebo saat melancarkan aksi pembunuhan, sehingga tidak dapat dikenali. Hal ini menjadi salah satu kendala dalam proses identifikasi.

"Kita masih mengumpulkan bukti, masih menunggu petunjuk-petunjuk. Jadi petunjuknya rumit sekali, kita masih bekerjasama dengan Polda untuk berusaha melakukan pengungkapkan tersebut," ujarnya.

Polisi memastikan tidak ada barang berharga milik korban yang dibawa kabur oleh pelaku. Polisi juga belum dapat memastikan posisi kedua terduga pelaku, apakah masih berada di wilayah Yogyakarta atau telah melarikan diri ke luar daerah.

"Belum diketahui (masih di Jogja atau ke luar Jogja -Red)," ungkapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement