Selasa 03 Mar 2026 14:56 WIB

Eskalasi Konflik Timteng Dinilai Bisa Ancam Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026

Penyelenggaraan haji tinggal dua bulan lagi.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Karta Raharja Ucu
Suasana di Kawasan Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Sabtu(29/4/2023).Masjidil Haram adalah sebuah masjid di kota Mekkah, yang dipandang sebagai tempat istimewa bagi umat Islam dan merupakan tujuan utama dalam ibadah haji dan umroh. Masjid ini dibangun mengelilingi Ka
Foto: Republika/Prayogi
Suasana di Kawasan Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Sabtu(29/4/2023).Masjidil Haram adalah sebuah masjid di kota Mekkah, yang dipandang sebagai tempat istimewa bagi umat Islam dan merupakan tujuan utama dalam ibadah haji dan umroh. Masjid ini dibangun mengelilingi Ka

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Fitriyanto, berharap konflik yang saat ini membekap wilayah Timur Tengah (Timteng) tak berlangsung berkepanjangan. Dia menyebut, hal demikian nantinya bisa berimbas pada proses penyelenggaraan ibadah haji. 

"Kita berharap semoga saja segera selesai. Kalau nanti berkepanjangan, nanti juga akan berdampak ke penyelenggaraan ibadah haji. Karena (jamaah) haji tinggal dua bulan lagi harus kita berangkatkan," kata Fitriyanto ketika dihubungi Republika, Senin (2/3/2026). 

Baca Juga

Dia berharap eskalasi konflik yang dipicu serangan gabungan AS-Israel ke Iran dapat meredam sebelum penyelenggaraan ibadah haji. "Sebab kalau nanti berdampak ke penyelenggaraan haji, otomatis kan hajinya mundur setahun lagi," ujarnya. 

"Ini tentu akan berdampak sistemik kepada yang lainnya: antrean jamaah, persiapan akomodasi, katering dan sebagainya yang sudah dibayar di Arab Saudi. Nanti berdampak ke mana-mana," tambah Fitriyanto.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement