Rabu 01 Apr 2026 08:02 WIB

Ketua AWMI Sampaikan Duka Mendalam atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Rasa duka mendalam juga disampaikan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sultan HB X.

Sejumlah anggota TNI Angkatan Darat mengikuti upacara pemberangkatan menuju Lebanon di Dermaga Pelabuhan Sukarno Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/12/2019). Sebanyak 400 prajurit TNI Angkatan Darat yang tergabung dalam Satuan Tugas Yonmekanis TNI Konga XXIII-N UNIFIL Lebanon Kodam XIV Hasanuddin diberangkatkan menuju Lebanon dalam menjalankan misi perdamaian PBB. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/aww.
Foto: ABRIAWAN ABHE/ANTARA FOTO
Sejumlah anggota TNI Angkatan Darat mengikuti upacara pemberangkatan menuju Lebanon di Dermaga Pelabuhan Sukarno Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/12/2019). Sebanyak 400 prajurit TNI Angkatan Darat yang tergabung dalam Satuan Tugas Yonmekanis TNI Konga XXIII-N UNIFIL Lebanon Kodam XIV Hasanuddin diberangkatkan menuju Lebanon dalam menjalankan misi perdamaian PBB. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/aww.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kabar duka menyelimuti Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah tiga prajurit terbaik yang tergabung dalam Satgas Kontingen Garuda (Konga) dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dilaporkan gugur saat menjalankan tugas menjaga perdamaian di Lebanon Selatan.

Ucapan belasungkawa mengalir melalui berbagai platform media sosial dengan tagar #ServiceAndSacrifice. Foto kedua prajurit beredar luas, diiringi doa dan penghormatan, dengan latar bendera Merah Putih, bendera Lebanon, serta lambang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Ketua Asosiasi World Muaythai Indonesia (AWMI), Dewanto P. Siregar, menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit TNI di garis depan misi perdamaian. Ia menyebut Panglima TNI, Agus Subiyanto, telah menegaskan akan melakukan investigasi bersama PBB, memprioritaskan keamanan prajurit, serta menyiapkan langkah kontingensi.

“Panglima TNI memberikan penghormatan tertinggi kepada prajurit yang gugur dalam latihan maupun tugas operasi,” ujar Dewanto.

Sebagai bagian dari pasukan UNIFIL, prajurit TNI memiliki tugas penting, antara lain melaksanakan patroli keamanan di sepanjang Blue Line, membantu stabilitas bagi warga sipil, serta menjaga gencatan senjata demi terciptanya perdamaian jangka panjang.

“Mereka adalah pahlawan yang berjuang jauh dari tanah air demi kemanusiaan. Pengorbanan mereka akan selalu dikenang dalam sejarah diplomasi pertahanan Indonesia,” tambahnya.

Dalam insiden tersebut, salah satu prajurit yang gugur adalah Praka Farizal Rhomadhon (28), warga Ledok, Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah menyampaikan bahwa dua prajurit lain yang gugur adalah Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Keduanya gugur saat menjalankan tugas pengawalan konvoi kendaraan UNIFIL di wilayah Lebanon Selatan sebagai bagian dari East Mobile Reserve.

Peristiwa terjadi ketika Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL mengawal konvoi kendaraan di area operasi yang memiliki tingkat risiko tinggi.

Duka mendalam juga disampaikan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X. Ia menilai gugurnya prajurit TNI merupakan bentuk pengorbanan dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global.

“Saya ikut prihatin. Dalam penugasan, risiko itu selalu ada, apalagi di daerah konflik,” ujarnya.

Meski demikian, Sultan berharap tidak ada lagi korban jiwa di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI saat ini tengah melakukan koordinasi intensif untuk proses repatriasi jenazah ke tanah air. Para prajurit rencananya akan dimakamkan secara militer sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas jasa dan pengabdian mereka.

Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu kontributor terbesar pasukan perdamaian PBB. Kehadiran prajurit TNI dalam misi UNIFIL selama ini mendapat pengakuan dunia atas pendekatan humanis dan profesionalisme dalam berinteraksi dengan masyarakat lokal.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement