Kamis 02 Apr 2026 13:59 WIB

Hari Ini Jalan Malioboro Yogya Ditutup Total karena Ada Kirab Budaya HUT ke-80 Sultan HB X

Kirab budaya diikuti ribuan pamong dan lurah se-DIY.

Rep: Wulan Intandari/ Red: Karta Raharja Ucu
Pengendara terjebak macet di Jalan Malioboro, Yogyakarta. Jalan Malioboro ditutup total hari ini, Kamis (2/4/2025).
Foto: Republika/ Wihdan Hidayat
Pengendara terjebak macet di Jalan Malioboro, Yogyakarta. Jalan Malioboro ditutup total hari ini, Kamis (2/4/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Kawasan Malioboro akan ditutup total hari ini, Kamis, 2 April 2026. Penutupan seiring digelarnya kirab budaya dalam rangka peringatan hari ulang tahun ke-80 Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Penutupan ini dilakukan untuk mendukung jalannya acara yang diperkirakan akan diikuti ribuan pamong dan lurah se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY, Chrestina Erni Widyastuti, menyampaikan, penutupan arus lalu lintas akan dilakukan mulai dari sisi utara hingga kawasan selatan Malioboro.

Baca Juga

"Nanti arus lalu lintas dari sisi utara akan kami tutup dari Teteg sampai ke selatan itu nanti juga di Malioboro, sirip-sirip kami tutup akan banyak masyarakat berjalan ke arah Keraton meskipun titik kumpul awal start di Titik Nol kami sudah menutup dari sisi utara," kata Erni saat dikonfirmasi, Rabu (1/4/2026).

Selain Malioboro, arus lalu lintas dari arah timur di Jalan Senopati serta akses dari Titik Nol Kilometer ke arah barat menuju RS PKU Muhammadiyah juga akan ditutup. Penutupan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 06.00 WIB hingga sekitar pukul 12.00 WIB.

"Jalan Ibu Ruswo juga akan kami tutup. Akan tetapi plengkungnya masih bisa untuk arus lalu lintas. Masyarakat kami mohon beradaptasi," ujar Erni.

Kirab budaya ini menjadi bagian dari perayaan mangayubagya atau ungkapan syukur atas ulang tahun Sultan HB X, yang diinisiasi oleh paguyuban lurah se-DIY, Nayantaka. Ketua Nayantaka, Gandang, menjelaskan, acara ini akan dihadiri oleh sekitar 10.000 hingga 12.000 orang yang terdiri dari lurah dan pamong kelurahan di seluruh DIY akan ambil bagian dalam kirab tersebut.

"Perkiraan nanti tiap kelurahan itu ada 20 perwakilan, secara kasar 10 ribu sampai 12 ribu untuk kami lurah-lurah," kata Gandang.

Kirab akan dimulai dari Titik Nol Kilometer menuju Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Para peserta diwajibkan mengenakan pakaian adat Jawa, sementara masyarakat umum dipersilakan bergabung dengan mengenakan batik.

Bagi masyarakat umum, yang mau ikut serta juga dipersilakan. "Monggo. Tapi karena kita melihat kesiapan kantong parkir jadi memang kita batasi, agar tidak terlalu lama menggunakan fasilitas umum sehingga mengganggu kenyamanan," ujarnya.

Dalam kirab tersebut, para lurah dan pamong juga akan membawa hasil bumi dari wilayah masing-masing yang disebut Gelondong Pangarem-arem. Hasil bumi ini nantinya akan diserahkan kepada Sultan sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan terima kasih.

"(Hasl bumi yang akan dibawa -Red) berdasarkan potensi di daerah masing-masing, kalau Kulon Progo punya duren ya bawa duren, yang dekat pesisir bawa kelapa ya monggo, yang penting tidak memberatkan," ungkapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement