REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Kepolisian di daerah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) telah mengungkap sejumlah kasus penyalahgunaan elipiji bersubsidi tiga kilogram sepanjang 2026. PT Pertamina Patra Niaga mengapresiasi hal tersebut mengingat kondisi pasokan energi global yang terganggu akibat konflik di Timur Tengah.
Menjelang akhir Januari 2026, Polda Jateng membongkar praktik pengoplosan elpiji subsidi tiga kilogram ke tabung elpiji nonsubsidi di Kota Semarang. Dalam kasus tersebut, Polda Jateng menangkap empat tersangka, yakni TDS, YK, PM, dan FZ.
Keempatnya terlibat operasi pengoplosan elpiji yang dilakukan di tiga lokasi berbeda, yakni di sebuah rumah beserta gudang di Kelurahan Pudak Payung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang; rumah di Kelurahan Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang; serta sebuah gudang di Desa Keji, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.
"Keempat pelaku sudah kami amankan dengan barang bukti 2.178 tabung gas, yang terdiri dari 1.780 tabung gas tiga kilogram, kemudian 138 tabung gas 55 kilogram, dan 220 tabung gas 12 kilogram," kata Dirreskrimsus Polda Jateng Kombes Pol Djoko Julianto saat memberikan keterangan peran keterangan pers, 23 Januari 2026 lalu.
Dia mengungkapkan, dari operasi pengoplosan tersebut, para pelaku memperoleh keuntungan cukup besar. "Pelaku bisa meraup keuntungan per bulan sampai dengan miliaran rupiah," ujarnya.
Djoko menerangkan, dari proses penyidikan kasus tersebut, pihaknya turut menggali keterangan ahli. "Sudah kami komunikasikan dengan pihak saksi ahli, kemudian kami lakukan koordinasi, sehingga kerugian negara kurang lebih sekitar Rp10 miliar dalam waktu dua bulan kegiatan pelaku ilegal yang dilakukan di wilayah Jawa Tengah," ucapnya.
Rekomendasi
-
Senin , 13 Apr 2026, 17:42 WIB
Granat Diduga Peninggalan Lama Ditemukan di Peti Kayu, Dimusnahkan Gegana Brimob
-
-
Senin , 13 Apr 2026, 16:59 WIBJelang Keberangkatan Calon Jamaah Haji DIY, Tiga Skenario Disiapkan Antisipasi Konflik Timur Tengah
-
Senin , 13 Apr 2026, 16:52 WIBTak Ada Perubahan Jadwal, 3.748 Calon Jamaah Haji Asal DIY Berangkat Serentak 21 April Mendatang
-
Senin , 13 Apr 2026, 15:40 WIBSultan HB X Soroti Perubahan Gunungkidul 10 Tahun Terakhir, Infrastruktur Maju Tapi Belum Merata
-
Senin , 13 Apr 2026, 09:01 WIBGara-Gara Saling Ejek, Siswa SMP di Sragen Tewas Dianiaya Teman Sekolah
-