REPUBLIKA.CO.ID,SEMARANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyiapkan bantuan 1 juta liter air bersih untuk menghadapi dampak kekeringan akibat fenomena El Nino. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisiki (BMKG) telah memprediksi bahwa musim kemarau tahun ini akan lebih kering dan panjang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang Endro P Martanto mengungkapkan, musim kemarau diprediksi mulai melanda Semarang pada awal Mei 2026. Dia mengatakan, kemarau diperkirakan bakal berlangsung hingga September 2026.
Menurut Endro, terdapat sejumlah daerah di Semarang yang berpotensi menghadapi kekeringan, antara lain Rowosari, Jabungan, Wonosari, dan Cepoko. Dia mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya kekeringan di berbagai daerah, Pemkot Semarang telah menyiapkan bantuan 1 juta liter air bersih.
"DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) BPBD tersedia alokasi air bersih untuk warga terdampak kekeringan, 1 juta liter," ungkap Endro kepada Republika, Sabtu (11/4/2026).
Dia menjelaskan, nantinya proses pendistribusian bantuan air bersih tersebut akan disesuaikan dengan laporan yang diperoleh Pemkot atau BPBD Kota Semarang. "Cara kerjanya, BPBD order ke PDAM yang akan mengirim ke lokasi kekeringan sesuai kebutuhan atau laporan. One day service,"kata dia.