REPUBLIKA.CO.ID, KULON PROGO -- Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan pentingnya zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen sosial yang mampu memperkuat empati di tengah tekanan ekonomi yang dihadapi masyarakat. Dalam suasana syawalan yang diselenggarakan di Taman Budaya Kulon Progo, Sultan HB X mengingatkan Idul Fitri tidak boleh dimaknai sekadar sebagai perayaan kemenangan spiritual, tetapi juga momentum untuk memperkuat kepedulian sosial terhadap sesama, khususnya warga yang masih hidup dalam keterbatasan ekonomi.
"Kita diharuskan meninggikan rasa empati bagi mereka yang merayakannya dalam kesempitan rezeki dan kesukaran hidup, dengan sebisa mungkin untuk memberikan sodakoh, infaq atau santunan," ujarnya, Senin (13/4/2026).
Menurut Sultan HB X, zakat dan infak bukan hanya kewajiban keagamaan, melainkan menjadi solusi nyata dalam membantu masyarakat yang terdampak kondisi ekonomi. Gubernur DIY ini menekankan bahwa penyucian diri tidak akan sempurna tanpa dibarengi semangat kasih sayang terhadap sesama.
Selain itu, Sultan HB X juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah dinamika bangsa. Perpecahan hanya akan membawa kerugian besar, sementara kebersamaan menjadi kekuatan utama dalam menghadapi berbagai tantangan.
Sultan HB X mengungkapkan, bangsa Indonesia akan selalu menghadapi berbagai ujian, sehingga semangat persaudaraan, kebangsaan, dan kemanusiaan harus terus dijaga dan diperkuat. "Berjamaah itu rahmat, berpecah belah itu azab. Mengapa berjamaah itu rahmat, karena dengan berjamaah kita saling mengenal sesama umat, serta dapat menyambung tali silaturahmi," kata Sultan HB X.