Rabu 15 Apr 2026 14:11 WIB

Cerita KKMP Siswodipuran Boyolali: Tak Punya Gedung dan Terseok-seok

Seluruh aktivitas operasional KKMP menumpang di kantor kelurahan.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Karta Raharja Ucu
Menteri Koperasi Ferry Juliantono (kanan) dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (kiri) memberikan keterangan kepada media seusai menghadiri Rakerwil Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jateng di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Selasa (14/4/2026).
Foto: Kamran Dikarma/Republika
Menteri Koperasi Ferry Juliantono (kanan) dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (kiri) memberikan keterangan kepada media seusai menghadiri Rakerwil Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jateng di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Selasa (14/4/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Siswodipuran di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah (Jateng), Edi Muhamad Ismail, mengungkapkan, sejak beroperasi pada September 2025, KKMP yang dipimpinnya belum memiliki gedung dan sarana penunjang lainnya. Seluruh aktivitas operasional KKMP tersebut menumpang di Kantor Kelurahan Siswodipuran. 

Edi mengungkapkan, sepengetahuannya, terdapat tiga KKMP di Boyolali yang hingga saat ini belum memiliki gedung. Salah satu penyebabnya adalah pihak kelurahan tidak memiliki tanah kas yang dapat digunakan untuk membangun gedung KKMP. 

Baca Juga

"Kami sampai saat ini masih diselipkan di salah satu ruangan di Kelurahan Siswodipuran yang ukurannya hanya 3×4 meter persegi," ungkap Edi seusai menghadiri Rakerwil Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jateng di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Selasa (14/4/2026). 

Menurut Edi, terdapat sejumlah bangunan milik Pemkab Boyolali yang saat ini tak terpakai. Dia mengaku sempat mengajukan permohonan agar KKMP Siswodipuran dapat menempati bangunan tersebut. Namun upaya itu belum membuahkan hasil. 

"Kami mau pinjam juga tidak mudah. Surat sudah kami ajukan bulan November lalu, tapi sampai sekarang belum ada jawaban dari Bupati," kata Edi. 

Edi sempat berharap agar gedung KKMP Siswodipuran dapat dibangun oleh TNI atau Kodim 0724/Boyolali. "Tapi itu sampai saat ini juga tidak ada," ujarnya.

Dia mengungkapkan, saat ini modal operasional KKMP Siswodipuran masih mengandalkan simpanan pokok dan iuran wajib dari 63 anggotanya. Simpanan pokok ditetapkan sebesar Rp100 ribu. Sedangkan iuran wajib Rp10 ribu per bulan.

Edi mengatakan, salah satu usaha yang dijalankan KKMP Siswodipuran adalah menjual kebutuhan pokok atau sembako. KKMP tersebut juga menjalin kerja sama dengan Bank Jateng untuk program Laku Pandai. Selain itu, KKMP Siswodipuran turut menggandeng samsat untuk layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor. 

"Kami juga ada embung dari Dinas Pertanian yang mangkrak, kami perbaiki, kami fungsikan untuk pemancingan. Alhamdulillah, sedikit demi sedikit itu bisa memberikan penghasilan," kata Edi. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement