Rabu 22 Apr 2026 19:44 WIB

Dugaan Keracunan MBG di Kebonagung Demak, 61 Orang Masih Dirawat di RS

Sebagian besar yang dirawat adalah santri.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Karta Raharja Ucu
Ilustrasi siswa keracunan MBG.
Foto: Edi Yusuf
Ilustrasi siswa keracunan MBG.

REPUBLIKA.CO.ID, DEMAK -- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, Ali Maimun, mengungkapkan, sebanyak 61 orang yang diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, masih menjalani rawat inap di rumah sakit. Sebagian besar yang dirawat adalah santri. 

"Kemarin yang dirawat ada 68, kemudian pulang satu, jadi 67. Sekarang pulang enam, berarti masih 61 yang dirawat," ungkap Ali ketika diwawancara pada Selasa (21/4/2026). 

Baca Juga

Dia menambahkan, mereka yang menjalani rawat inap tersebar di lima rumah sakit dan satu puskesmas. Selain santri, ada pula balita dan ibu menyusui yang turut dirawat. Para santri yang diduga keracunan berasal dari beberapa pondok pesantren. 

Menurut Ali, para pasien yang menjalani rawat inap masih mengalami beberapa gejala, seperti mual, muntah, dan diare. Ali mengatakan, mereka bakal dirawat hingga kondisinya membaik. 

Ali mengungkapkan, mereka yang mengalami gejala keracunan mengonsumsi MBG pada Sabtu (18/4/2026). Menunya terdiri dari nasi goreng, telur, acar, dan jeruk. Menurut Ali, warga yang diduga keracunan berjumlah 134 orang. Sebagian besar adalah santri. 

Hal itu karena SPPG Khidmatul Ummah Madani, selaku pemasok, menyuplai MBG untuk sejumlah pesantren di Kebonagung. Dari total yang mengalami gejala keracunan, sebanyak 68 di antaranya harus dirawat inap. Sementara sisanya rawat jalan. 

Ali mengungkapkan, inspeksi ke SPPG Khidmatul Ummah telah dilakukan pada Ahad (19/4/2026) lalu. "Sampel makanan dan sampel air sudah diambil untuk diuji. Petugas juga mengambil sampel dari muntahan dari anak-anak," katanya. 

Dia menerangkan, dalam penyajian MBG, SPPG memang diharuskan menyimpan atau menyisakan satu porsi makanan sebagai sampel. "Jadi kalau ada kejadian seperti ini, kita ambil itu ada sampelnya," ujar Ali. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement