REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pengelola Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) memastikan kesiapan pemberangkatan calon jamaah haji tahun 1447 H/2026 M. Momen ini sekaligus menjadi tonggak baru, karena untuk pertama kalinya embarkasi haji dilakukan melalui YIA dengan skema berbasis hotel.
General Manager YIA, Muhammad Thamrin, menyebut kesiapan infrastruktur dan operasional bandara telah mencapai sekitar 90 persen. Seluruh aspek teknis, mulai dari fasilitas hingga prosedur penerbangan, telah dikoordinasikan secara menyeluruh.
"Kami sudah sangat siap secara infrastruktur dan prosedurnya," katanya belum lama ini.
Pada musim haji tahun ini, sebanyak 9.320 jamaah dijadwalkan berangkat melalui Embarkasi DIY. Mereka terbagi ke dalam 26 kelompok terbang (kloter), masing-masing berisi 360 orang.
Keberangkatan perdana dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 21 April 2026 pukul 23.40 WIB. Meski demikian, otoritas bandara masih terus memantau dinamika jadwal penerbangan.
Skema pemberangkatan haji tahun ini dipastikan tampil berbeda dibanding sebelumnya. Seiring belum tersedianya asrama haji permanen di YIA, para jemaah akan menjalani proses transit dan menginap di hotel sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci. Nantinya seluruh proses awal seperti pemeriksaan penumpang, barang bawaan, hingga check-in dilakukan di hotel sehari sebelum keberangkatan.