Jumat 15 May 2026 17:31 WIB

Cegah Ternak Terinfeksi PMK Masuk Jateng, Pemprov Perketat Pemeriksaan di Perbatasan Jelang Kurban

Pemerksaan dilakukan agar menjamin hewan ternak untuk kurban sehat./

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Karta Raharja Ucu
Dokter hewan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung memeriksa kesehatan hewan kurban di salah satu pusat penjualan hewan kurban di Bandung, Jawa Barat, Rabu (13/5/2026). Pemerintah Kota Bandung mengerahkan sebanyak 184 petugas untuk memeriksa kesehatan dan kelayakan hewan kurban, baik sebelum maupun setelah penyembelihan yang ditujukan untuk memastikan seluruh hewan kurban yang beredar di Kota Bandung dalam kondisi sehat dan layak untuk dikurbankan pada Hari Raya Idul Adha 1447 H.
Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Dokter hewan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung memeriksa kesehatan hewan kurban di salah satu pusat penjualan hewan kurban di Bandung, Jawa Barat, Rabu (13/5/2026). Pemerintah Kota Bandung mengerahkan sebanyak 184 petugas untuk memeriksa kesehatan dan kelayakan hewan kurban, baik sebelum maupun setelah penyembelihan yang ditujukan untuk memastikan seluruh hewan kurban yang beredar di Kota Bandung dalam kondisi sehat dan layak untuk dikurbankan pada Hari Raya Idul Adha 1447 H.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Defransisco Dasilva Tavares atau Frans, mengungkapkan, pihaknya akan memperketat pengawasan lalu lintas hewan ternak di wilayah perbatasan menjelang Idul Adha. Hal itu guna mencegah dan mengantisipasi masuknya ternak yang terinfeksi penyakit mulut dan kuku (PMK). 

Frans mengatakan, pos pemeriksaan hewan ternak telah diaktifkan di wilayah perbatasan Jateng dengan Jawa Barat, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dia mengungkapkan, pengecekan kesehatan hewan ternak dilakukan bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota terkait. 

Baca Juga

"Ini kita juga koordinasi dengan Satpol PP supaya (pemeriksaan lalu lintas hewan ternak) lebih ketat lagi," kata Frans ketika diwawancara, Jumat (15/5/2026).

Dia menambahkan, selain Satpol PP, pos pemeriksaan turut berisi aparat kepolisian. "Ada juga dokter hewan, mereka yang paham tentang penyakit hewan," ujarnya. 

Menurut Frans, nantinya sapi yang masuk ke wilayah Jateng harus menunjukkan sertifikat. "Bahwa hewan ternak ini sudah sehat," katanya seraya menambahkan bahwa sertifikat tersebut juga dapat diterbitkan Distanak Jateng seusai proses pemeriksaan kesehatan hewan. 

Frans mengungkapkan, menjelang Idul Adha, pihaknya pun mengintensifkan pemeriksaan hewan-hewan ternak, khususnya sapi, di Jateng. Hal itu guna memastikan sapi aman dan tidak terinfeksi PMK.  

"Jadi pendekatannya kita datangi peternak-peternak sapi, baik kecil maupun besar, untuk ngecek. Dengan skema seperti ini, kalau ada sesuatu, langsung kami tangani. Maka kami harus aktif mendatangi," ujar Frans. 

Menurut Frans, menjelang Idul Adha, PMK memang berisiko menyebar. Hal itu karena adanya aktivitas mendatangkan dan mengirimkan hewan ternak lintasdaerah.

"Sejauh ini kita menjaga ya, mengawal supaya jangan sampai (ada penyebaran PMK). Biasanya memang meningkat (PMK) karena pergerakan daripada ternak ini. Tapi kami belum mendapat laporan sudah meningkat di mana, tapi kami antisipasi," ucap Frans. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement