Kamis 21 May 2026 14:19 WIB

Imam Besar Islamic Center New York Sebut Dakwah Islam di Amerika Terus Berkembang

Masyarakat Amerika semakin tertarik mempelajari Islam.

Imam Besar Islamic Center of New York, H. Muhammad Syamsi Ali, Lc., M.A., Ph.D., kala membagikan pengalaman dakwahnya di Amerika Serikat
Foto: UMS
Imam Besar Islamic Center of New York, H. Muhammad Syamsi Ali, Lc., M.A., Ph.D., kala membagikan pengalaman dakwahnya di Amerika Serikat

REPUBLIKA.CO.ID, SURAKARTA - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Kuliah Umum bertajuk 'Dakwah Islam di Bumi Amerika' di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais UMS, Kamis (21/5/2026). Imam Besar Islamic Center of New York, H. Muhammad Syamsi Ali, Lc., M.A., Ph.D., hadir sebagai pembicara utama untuk membagikan pengalaman dakwah Islam di Amerika Serikat.

Kegiatan yang dihadiri mahasiswa dan civitas academica UMS itu membahas perkembangan Islam di Amerika, tantangan dakwah di tengah islamofobia, hingga pentingnya menghadirkan wajah Islam yang damai dan rasional di dunia Barat.

Syamsi Ali menceritakan perjalanan hidupnya sebagai putra asli Sulawesi Selatan yang tumbuh dari lingkungan sederhana hingga akhirnya menetap hampir 30 tahun di New York. Ia mengaku berasal dari keluarga sederhana dan menempuh pendidikan di pesantren Muhammadiyah sejak remaja.

“Saya asli kader Muhammadiyah. Pokoknya yang asli-asli saja. Kita tidak perlu menampilkan diri dalam kepalsuan,” ujarnya mengawali materi yang disambut tawa peserta.

Syamsi Ali mengisahkan masa kecilnya yang dikenal gemar berkelahi hingga akhirnya dimasukkan orang tuanya ke pesantren Muhammadiyah Darul Arqam Gombara Makassar. Dari sana, hidupnya mulai berubah.

Dirinya kemudian memperoleh beasiswa untuk melanjutkan studi di Pakistan selama tujuh tahun sebelum menjadi pengajar di Arab Saudi dan akhirnya berdakwah di Amerika Serikat sejak 1996. Menurutnya, perjalanan hidup tersebut menjadi bukti bahwa manusia hanya dapat berusaha, sementara arah kehidupan sepenuhnya berada dalam ketentuan Allah SWT.

Syamsi Ali menggambarkan Amerika Serikat sebagai negara paling kuat secara ekonomi dan militer. Namun di balik kekuatan itu, ia menilai Amerika juga berada di ambang krisis akibat sikap arogan sebagai negara adidaya dan persoalan moral yang berkembang di masyarakat.

Meski demikian, ia mengakui Amerika memiliki sistem konstitusi yang menjamin kebebasan beragama. Hal itu menjadi salah satu faktor utama berkembangnya dakwah Islam di negara tersebut.

“Kami memiliki kebebasan penuh untuk beragama dan membawa misi agama di bumi Amerika. Konstitusi mereka menjamin itu,” kata dia.

photo
Ratusan mahasiswa dan segenap civitas academica UMS memadati acara Kuliah Umum di Masjid Hj. Sudalmiyah Rais UMS. - (UMS)

Islamofobia

Syamsi Ali juga menyinggung peristiwa 11 September 2001 atau 9/11 yang sempat memunculkan tekanan besar terhadap umat Islam di Amerika. Menurutnya, tragedi tersebut memicu meningkatnya islamofobia, tetapi di sisi lain justru membuat banyak masyarakat Amerika semakin tertarik mempelajari Islam.

“Islam berkembang unstoppable. Bisa ditantang, bisa dirintangi, tetapi tidak bisa dihentikan,” kata dia.

Syamsi Ali menjelaskan, perkembangan Islam di Amerika didukung beberapa faktor. Di antaranya Islam sebagai agama fitrah, ajaran Islam yang logis dan rasional, adanya kebebasan hukum di Amerika, serta perilaku umat Islam yang membawa kedamaian.

Menurutnya, masyarakat Barat cenderung menerima pendekatan keagamaan yang rasional. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya umat Islam menghadirkan dakwah yang mampu dipahami secara logis, khususnya bagi generasi muda.

“Agama kita sangat logis dan rasional. Persoalannya kadang kita sendiri menampilkan Islam dengan cara yang tidak rasional,” katanya.

Selain itu, ia menyebut tantangan dakwah Islam di Amerika masih terus ada, mulai dari sentimen politik terhadap Islam, ketakutan sejarah Barat terhadap kebangkitan Islam, hingga kegagalan sebagian umat Islam dalam menunjukkan nilai Islam yang sebenarnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement