Jumat 22 May 2026 15:36 WIB

Pastikan Keamanan Daging Kurban, Petugas Diterjunkan ke-26 Kecamatan di Majalengka

Puluhan petugas disebar secara merata ke-26 kecamatan.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Karta Raharja Ucu
Dokter hewan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung memeriksa kesehatan hewan kurban di salah satu pusat penjualan hewan kurban di Bandung, Jawa Barat, Rabu (13/5/2026). Pemerintah Kota Bandung mengerahkan sebanyak 184 petugas untuk memeriksa kesehatan dan kelayakan hewan kurban, baik sebelum maupun setelah penyembelihan yang ditujukan untuk memastikan seluruh hewan kurban yang beredar di Kota Bandung dalam kondisi sehat dan layak untuk dikurbankan pada Hari Raya Idul Adha 1447 H.
Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Dokter hewan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung memeriksa kesehatan hewan kurban di salah satu pusat penjualan hewan kurban di Bandung, Jawa Barat, Rabu (13/5/2026). Pemerintah Kota Bandung mengerahkan sebanyak 184 petugas untuk memeriksa kesehatan dan kelayakan hewan kurban, baik sebelum maupun setelah penyembelihan yang ditujukan untuk memastikan seluruh hewan kurban yang beredar di Kota Bandung dalam kondisi sehat dan layak untuk dikurbankan pada Hari Raya Idul Adha 1447 H.

REPUBLIKA.CO.ID, MAJALENGKA -- Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka bergerak cepat memastikan kelayakan dan kesehatan hewan kurban. Untuk itu, puluhan petugas disebar secara merata ke-26 kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Majalengka guna melakukan pengawasan ketat.

Kepala DKP3 Kabupaten Majalengka, Gatot Sualeman, menjelaskan, langkah antisipatif itu diambil untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang akan melaksanakan ibadah kurban. "Kami memastikan setiap wilayah kecamatan akan dijaga oleh dua hingga tiga petugas. Tugas mereka adalah mengawal dan memeriksa keamanan serta kesehatan daging kurban, mulai dari sebelum disembelih (ante-mortem) hingga setelah disembelih (post-mortem)," ujar Gatot, Jumat (22/5/2026).

Baca Juga

Selain menerjunkan personel ke tiap kecamatan, DKP3 Majalengka juga mengintensifkan pemeriksaan di sejumlah pasar hewan strategis. Beberapa titik utama yang menjadi fokus pemantauan meliputi, Pasar Hewan Bojong Cideres, Pasar Hewan Maja, Pasar Hewan Talaga, lapak-lapak pedagang hewan kurban skala besar (partai besar).

"Petugas kami akan terus bersiaga dan melaksanakan pemeriksaan di lapangan sampai dengan H+3 setelah Idul Adha," tegasnya.

Langkah proaktif dari DKP3 Majalengka ini mendapat sambutan hangat dari para pelaku pasar, baik pedagang maupun masyarakat yang hendak membeli hewan kurban. Salah satunya Jaka (52 tahun), seorang pedagang sapi di Pasar Hewan Bojong Cideres, mengaku sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan rutin dari petugas dinas.

"Sebagai pedagang, kami justru senang kalau diperiksa. Kalau hewan kami dinyatakan sehat dan diberi penanda (tag) oleh petugas, pembeli jadi tidak ragu-ragu lagi. Jualan juga jadi lebih tenang dan berkah," ungkap Jaka.

Senada dengan pedagang, Kurniawan (41 tahun), seorang warga yang sedang mencari hewan kurban di Pasar Maja. Ia mengaku merasa lebih tenang dengan adanya pengawasan ketat itu.

"Awalnya sempat khawatir dengan isu-isu penyakit hewan, tapi pas lihat ada petugas kedokteran hewan yang keliling memantau langsung di pasar, rasa khawatir itu hilang. Kita sebagai konsumen jadi merasa terlindungi saat memilih hewan kurban untuk keluarga dan masjid," kata Kurniawan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement