REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Pondok pesantren di Jawa Tengah dalam beberapa pekan terakhir menjadi sorotan setelah kasus kekerasan seksual terbongkar. Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen mengakui lembaga pendidikan pesantren tak bersih dari praktik kekerasan seksual.
Gus Yasin mengatakan, dia sempat mendiskusikan masalah kekerasan seksual di pondok pesantren (ponpes) dengan beberapa pemprov, termasuk Jawa Timur. "Saya mengajak bicara ke pondok pesantren, kita tata nih. Satgasnya bagaimana ke depannya antisipasinya. Jadi sudah ada satgasnya sebenarnya, akan tetapi pencegahannya yang harus kita kuatkan," ucapnya saat diwawancara di Kota Semarang, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, memang ada oknum-oknum di lingkungan ponpes yang menjadi pelaku kekerasan seksual. "Kita enggak mungkin bicara semua itu bersih. Kemungkinan itu ada di lembaga-lembaga itu," ujar Yasin.
"Jadi sebenarnya, oknum-oknum inilah yang perlu kita tangani," tambah Yasin.