Senin 08 Jun 2026 16:30 WIB

Sebanyak 50 Peserta dari Keluarga Dhuafa Mendapat Pelatihan Siap Kerja di Brebes

Pelatihan bertujuan memberikan skill untuk mereka yang membutuhkan.

Pelatihan Siap Kerja Skema Operator Jahit Sepatu dan Pendampingan Penempatan Kerja Industri yang berlangsung pada 8–14 Juni 2026 di Islamic Center Brebes, Jawa Tengah.
Foto: Dok Istimewa
Pelatihan Siap Kerja Skema Operator Jahit Sepatu dan Pendampingan Penempatan Kerja Industri yang berlangsung pada 8–14 Juni 2026 di Islamic Center Brebes, Jawa Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, BREBES— Sebanyak 50 peserta dari keluarga dhuafa mengikuti Pelatihan Siap Kerja Skema Operator Jahit Sepatu dan Pendampingan Penempatan Kerja Industri yang berlangsung pada 8–14 Juni 2026 di Islamic Center Brebes, Jawa Tengah.

Mereka terdiri dari 45 peserta berasal dari Kabupaten Brebes, satu orang peserta dari Kabupaten Purbalingga, dan emoat peserta dari Kabupaten Karawang.

Baca Juga

Kegiatan kolaborasi Ruang Amal Indonesia berkolaborasi dengan Baitul Maal Pupuk Kujang (BMPK) ini merupakan inisiatif pemberdayaan ekonomi yang dirancang untuk membantu masyarakat miskin dan rentan memperoleh akses terhadap pekerjaan formal melalui pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Program ini mengusung pendekatan yang tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga pendampingan hingga penempatan kerja, sebagai upaya nyata dalam mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem.

Selain itu, program ini juga diharapkan dapat menjadi salah satu kontribusi nyata Lembaga Amil Zakat (LAZ) dalam menjawab kondisi ekonomi yang sekalin menantang, terutama terkait dengan tingginya PHK di berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Slamet, CEO Ruang Amal Indonesia, menjelaskan pelatihan vokasi harus mampu menjawab kebutuhan dunia kerja sekaligus menjadi jalan keluar bagi masyarakat yang selama ini kesulitan memperoleh akses pekerjaan yang layak.

“Kemiskinan tidak cukup diatasi dengan bantuan sesaat,” kata dia di Brebes, Senin (8/6/2026).

Dia menyebut dibutuhkan intervensi yang mampu meningkatkan kapasitas dan membuka akses terhadap sumber penghidupan yang berkelanjutan.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi