REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman membidik lonjakan kunjungan wisatawan selama masa libur sekolah 2026. Selama periode 20 Juni hingga 12 Juli 2026, jumlah wisatawan yang datang ke berbagai destinasi wisata di Sleman diproyeksikan mencapai 300 ribu hingga 450 ribu kunjungan.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar Sleman, Kus Endarto, mengatakan momentum libur sekolah menjadi salah satu periode penting bagi sektor pariwisata. Dari proyeksi tersebut, perputaran uang yang dihasilkan wisatawan diperkirakan mencapai Rp337,5 miliar hingga Rp1,27 triliun.
"Kami proyeksikan peredaran uang dari wisatawan diperkirakan berada di antara Rp337,5 miliar sampai dengan Rp1,27 triliun," kata Kus Endarto, Senin (8/6/2026).
Selain menargetkan peningkatan kunjungan, Dispar Sleman juga memproyeksikan rata-rata lama tinggal wisatawan (length of stay) berada pada kisaran 1,5 hingga 2 hari. Sementara tingkat okupansi hotel diperkirakan mencapai 40 hingga 60 persen.
Menurutnya, rata-rata pengeluaran wisatawan selama berkunjung ke Sleman berkisar antara Rp 750 ribu hingga Rp1 juta per kunjungan. Belanja tersebut mencakup akomodasi, konsumsi, tiket masuk destinasi, pembelian oleh-oleh, hingga kebutuhan wisata lainnya. "Kami cukup optimis," ujarnya.