Senin 15 Jun 2026 14:00 WIB

Dari Gejayan Yogya, Ratusan Mahasiswa dan Warga Sipil Suarakan 10 Tuntutan ke Pemerintah

Aksi itu dilatarbelakangi keresahan terhadap kondisi sosial, ekonomi dan politik.

Rep: Wulan Intandari/ Red: Karta Raharja Ucu
Aksi demonstrasi yang berlangsung di Simpang Tiga Gejayan, Caturtunggal, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (14/6/2026).
Foto: Istimewa
Aksi demonstrasi yang berlangsung di Simpang Tiga Gejayan, Caturtunggal, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (14/6/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN - Ratusan mahasiswa dan masyarakat sipil yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Memanggil menggelar aksi demonstrasi di Simpang Tiga Gejayan, Caturtunggal, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (14/6/2026). Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan 10 tuntutan sebagai bentuk protes terhadap berbagai persoalan yang dinilai semakin membebani rakyat.

Meski hujan, massa tetap berdatangan ke lokasi sekitar pukul 15.30 WIB. Mereka membawa berbagai spanduk dan poster berisi kritik terhadap pemerintah. Salah satu poster bertuliskan, "Jika Rupiah Melemah, Kita Kuatkan Perlawanan ke Pemerintah". Poster lainnya berbunyi, "The Workers and Farmers of this Country are Smarter than The Government".

Baca Juga

Aksi tersebut dilatarbelakangi keresahan terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan politik yang dinilai semakin memprihatinkan. Aliansi Rakyat Memanggil menilai tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat, kenaikan harga kebutuhan pokok, kenaikan harga BBM nonsubsidi, hingga berbagai program pemerintah yang dianggap bermasalah telah memicu kekecewaan publik.

"Tekanan ekonomi dan berbagai proyek bermasalah pemerintah yang lekat dengan korupsi menyatukan gerakan ini," kata Ketua Serikat Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Mesa, Sabtu (13/6/2026).

Berbagai persoalan tersebut menjadi faktor yang menyatukan berbagai kelompok masyarakat dalam aksi di Gejayan. Selama aksi berlangsung, perwakilan dari berbagai elemen masyarakat bergantian menyampaikan orasi. Kritik terhadap pemerintah menjadi tema utama yang disuarakan dari atas mobil komando.

Setidaknya, massa menyampaikan 10 tuntutan. Mereka menuntut penghentian sejumlah kebijakan yang dinilai bermasalah, seperti Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih. Massa juga mendesak pencabutan revisi UU TNI, UU Polri, UU Kejaksaan, dan UU Peradilan Militer. Selain itu, mereka menuntut perlindungan kebebasan sipil, penghentian impunitas aparat, pembebasan tahanan politik, serta penghentian kriminalisasi terhadap warga yang menyampaikan kritik.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi