Kamis 18 Jun 2026 14:19 WIB

Masuk Kampus, Intel Polda DIY Ditangkap dan Diamankan Mahasiswa UMY Usai Demo di Titik Nol

Intel itu mengikuti mahasiswa sampai ke kampus dan memfoto peserta aksi.

Rep: Wulan Intandari/ Red: Karta Raharja Ucu
Aksi damai yang digelar mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Rabu (17/6/2026) sebelum ciduk intel.
Foto: Republika/ Wulan Intandari
Aksi damai yang digelar mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Rabu (17/6/2026) sebelum ciduk intel.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengamankan seorang pria tak dikenal yang dicurigai sebagai intel kepolisian masuk di lingkungan kampus. Peristiwa tersebut terjadi tak lama setelah mahasiswa UMY selesai menggelar aksi damai di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Rabu (17/6/2026).

Sebelum aksi dimulai, pihak kampus telah meminta mahasiswa mendata seluruh peserta untuk mengantisipasi adanya penyusup. Usai aksi berakhir sekitar pukul 17.00 WIB, seluruh peserta kembali ke kampus dengan tertib menggunakan sepeda motor. Namun sesampainya di lingkungan kampus, mahasiswa mendapati seorang pria tak dikenal yang dinilai mencurigakan.

Baca Juga

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Al Islam Kemuhammadiyahan UMY, Zuly Qodir mengatakan pria tersebut diduga mengambil foto para mahasiswa peserta aksi. Kehadirannya di area kampus membuat mahasiswa curiga karena tidak termasuk dalam rombongan aksi yang sebelumnya telah didata.

"Mahasiswa melihat ada orang yang memfoto dan memperhatikan mereka. Karena tidak dikenal, muncul kecurigaan. Ketika didekati justru lari sehingga mahasiswa semakin curiga," kata Zuly, Kamis (18/6/2026).

Alhasil, sejumlah mahasiswa langsung mengerumuni seorang pria berpakaian sipil sebelum akhirnya dibawa ke Gedung Rektorat UMY. Situasi sempat memancing kerumunan besar hingga sekitar 300 mahasiswa berkumpul di sekitar Gedung Rektorat untuk meminta klarifikasi identitas pria tersebut.

Mengetahui kejadian itu, pihak kampus segera melakukan mediasi guna mencegah situasi berkembang menjadi konflik.

"Dia dikejar lari, namanya lari tambah curiga (orang ini siapa -Red)," ucapnya.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi