Selasa 23 Jun 2026 23:54 WIB

Pelaku UMKM Gusar Hadapi Pemadaman Listrik, Mati Lampu dari Jam 10 Pagi Sampai 4 Sore

Selama listrik padam usaha terhenti dan rugi hingga puluhan juta rupiah.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Karta Raharja Ucu
Pedagang menggunakan generator set (genset) untuk menjaga pasokan listrik usahanya saat terjadi pemadaman listrik.
Foto: ANTARA FOTO/Akramul Muslim
Pedagang menggunakan generator set (genset) untuk menjaga pasokan listrik usahanya saat terjadi pemadaman listrik.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Jawa Tengah mengeluhkan pemadaman listrik yang terjadi beberapa waktu terakhir. Selain soal kerugian, mereka menyesalkan tak ada pengumuman yang memadai dari PT PLN sebelum pemadaman dilakukan. 

Estri Pungkas Utama, seorang penjual jus di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, mengaku telah beberapa kali terdampak pemadaman listrik dalam setidaknya sebulan terakhir. "Tapi yang paling sering mati (listrik) satu minggu terakhir. Kadang dari jam 10 pagi sampai 4 sore. Lebih seringnya dua sampai tiga jam pemadaman," ungkapnya ketika diwawancara, Senin (22/6/2026). 

Baca Juga

Dia mengatakan, pemadaman tersebut tentu berdampak besar pada usahanya. "Selama ini jika listrik mati usaha kami terhenti. Saya sebagai penjual jelas kecewa. Jadi bisa dibilang rugi, karena yang seharusnya dapat duit malah enggak jadi," ujarnya. 

Estri pun mengaku tak memperoleh pemberitahuan langsung jika hendak ada pemadaman listrik. "Untuk listrik ini sebenarnya ada apa? Kok bisa pemadaman bergilir terus-terusan? Kami rakyat kecil yang membayar pajak ugal-ugalan tapi dibuat susah mencari nafkah yang hanya untuk menyambung hidup," ucapnya.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi