Jumat 26 Jun 2026 21:47 WIB

Jatim Terbanyak Lulus SNBP, Khofifah: Cara Memutus Mata Rantai Kemiskinan Hanya Lewat Pendidikan

Khofifah menekankan bahwa pendidikan harus menjadi perhatian utama.

Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (10/11/2025).
Foto: Republika/Erik Purnama Putra
Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (10/11/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pembangunan sumber daya manusia (SDM) harus menjadi prioritas utama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Menurutnya, pendidikan merupakan kunci untuk memutus mata rantai kemiskinan sekaligus investasi terbesar bagi masa depan bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikan Khofifah saat memberikan pembekalan kepada 163 peserta Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan (Pusjar SKMP) Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI di Makassar, Jumat.

Baca Juga

"ASN bukan sekadar pelaksana kebijakan, melainkan penggerak perubahan yang menentukan masa depan Indonesia. Pemimpin bukan diukur dari banyaknya program, tapi dari besarnya manfaat yang bisa dirasakan masyarakat," kata Khofifah dalam keterangannya.

Peserta Latsar CPNS Angkatan LVI, LVII, LVIII, dan LIX Tahun 2026 itu didominasi dosen muda dari berbagai perguruan tinggi di Makassar.

Khofifah menekankan bahwa pendidikan harus menjadi perhatian utama para pengambil kebijakan karena memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Di mana-mana rumus memutus mata rantai kemiskinan adalah melalui pendidikan, maka pendidikan harus dijadikan penguatan bagi policy maker sekaligus investasi terbesar bagi sebuah bangsa dalam menyambut atau menjemput Indonesia Emas 2045," ujarnya.

Ia mengatakan transformasi pendidikan tidak hanya berorientasi pada peningkatan prestasi, tetapi juga harus memastikan seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, berkembang, maju, dan sejahtera.

Dalam kesempatan itu, Khofifah memaparkan sejumlah capaian Jawa Timur di sektor pendidikan. Salah satunya, provinsi tersebut menjadi daerah dengan jumlah penerimaan mahasiswa melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) terbanyak selama tujuh tahun berturut-turut pada periode 2020-2026.

Pada 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyiapkan beasiswa bagi 81.131 calon siswa SMA dan SMK swasta serta 62.000 calon mahasiswa baru perguruan tinggi swasta (PTS).

"Kami ingin setiap anak di Jatim memperoleh kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas," katanya.

Selain memperluas akses pendidikan, Pemprov Jawa Timur juga mendorong penguatan pendidikan vokasi melalui berbagai program, seperti pembelajaran kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), pembelajaran digital, East Java Information Education System (EJIES), serta pengembangan sekolah taruna.

 

sumber : Antara
Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi