REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperluas jejaring internasional sebagai upaya mewujudkan visi menjadi perguruan tinggi berkelas dunia.
Langkah tersebut diwujudkan melalui kunjungan benchmarking ke Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) di Kampus Bangi, Malaysia. Delegasi UMS dipimpin langsung Rektor UMS, Prof Dr Harun Joko Prayitno, M.Hum dan disambut hangat jajaran pimpinan UKM.
Perwakilan UKM, Prof Dato' Dr Roslee Rajikan memperkenalkan sejarah berdirinya UKM sebagai universitas yang lahir dari aspirasi masyarakat Malaysia.
Kini, UKM berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi unggulan di negara tersebut di bawah kepemimpinan Prof Dato' Dr Sufian Jusoh, yang dikenal sebagai akademisi di bidang hukum dan perdagangan internasional.
UKM juga menjelaskan berbagai pencapaiannya, mulai dari keberhasilan menempati peringkat 130 dunia berdasarkan QS World University Rankings, hingga kontribusi dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Capaian tersebut menjadi salah satu referensi penting bagi UMS memperkuat strategi internasionalisasi dan peningkatan reputasi akademik.
Rektor UMS, Prof Harun menyampaikan apresiasi atas perkembangan pesat yang berhasil diraih UKM.
Menurutnya, kunjungan ini menjadi kesempatan berharga bagi UMS untuk mempelajari praktik terbaik dalam pengelolaan data strategis, peningkatan reputasi global, serta penguatan kolaborasi akademik.
“Kami ingin belajar, salah satunya terkait target reputasi global. Kami memiliki kontribusi dalam membesarkan publikasi bersama, di mana tercatat ada 67 kolaborasi publikasi antara dosen UMS dan UKM,” ujar Harun dalam keterangan, Senin (6/7/2026).
Diskusi antara kedua institusi tidak berhenti pada pemaparan pengalaman tetapi berlanjut pada penyusunan rencana kerja sama yang berorientasi pada implementasi nyata.
Harun menegaskan kolaborasi antaruniversitas harus menghasilkan dampak konkret, bukan sekadar kesepakatan administratif. “Saya lebih senang langsung implementasi daripada hanya sleeping MoU. Yang penting aksi nyata yang berdampak,” ujarnya.
Sejumlah program kolaboratif pun menjadi fokus pembahasan, di antaranya pengembangan joint funding research, penguatan kerja sama tim editorial jurnal ilmiah, serta penyelenggaraan konferensi internasional bersama.
Agenda ilmiah itu rencananya akan dilaksanakan di Solo maupun Bali melalui BIM University yang berada dalam ekosistem UMS. Selain bidang penelitian, kedua universitas juga melihat peluang besar untuk memperluas kerja sama pada sektor kesehatan.
Kesamaan kepemilikan rumah sakit pendidikan, termasuk rumah sakit gigi dan mulut, menjadi modal penting untuk mengembangkan kolaborasi dalam pendidikan kedokteran, penelitian kesehatan, hingga pelayanan masyarakat.
Menanggapi berbagai usulan itu, UKM menyatakan komitmennya memperkuat hubungan dengan UMS. UKM juga berencana melakukan kunjungan balasan ke UMS pada November mendatang, bertepatan dengan penyelenggaraan agenda QS Impact di Indonesia.
Melalui benchmarking ini, UMS tak hanya memperkuat hubungan akademik dengan salah satu universitas terbaik di Malaysia, juga membuka peluang kolaborasi lebih luas dalam riset, publikasi ilmiah, konferensi internasional, dan pengembangan sumber daya manusia.
Sinergi UMS dan UKM diharapkan mampu meningkatkan daya saing kedua institusi di tingkat regional maupun global. Sekaligus menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan pembangunan masyarakat.