Rabu 08 Jul 2026 18:52 WIB

UMS Kunjungi UMAM, Jadikan Mitra Strategis Pengembangan Sumber Daya Manusia

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas akademik dosen.

UMS melakukan kunjungan ke UMAM di Perlis, sebagai momen strategis memperkuat tata kelola perguruan tinggi.
Foto: UMS
UMS melakukan kunjungan ke UMAM di Perlis, sebagai momen strategis memperkuat tata kelola perguruan tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, PERLIS -- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat komitmennya meningkatkan mutu pendidikan tinggi dan memperluas jejaring internasional lewat kunjungan benchmarking ke Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM), Perlis, Rabu (8/7/2026). 

Kunjungan yang dipimpin  Wakil Rektor IV UMS, Prof Dr dr Em Sutrisna bersama Sekretariat Universitas  menjadi momentum strategis memperkuat tata kelola perguruan tinggi sekaligus membahas strategi penjaringan mahasiswa pada tingkat internasional. "Kami melihat progres UMAM  sangat bagus," papar Prof Sutrisna. 

Delegasi UMS dipimpin Prof Sutrisna mewakili Rektor Prof Dr Harun Joko Prayitno yang  didampingi Andy Dwi Bayu Bawono, Ph.D., Kepala Sekretariat Universitas UMS, beserta jajaran tim. 

Kedatangan rombongan disambut hangat  Board of Governors Universiti Muhammadiyah Malaysia yang dipimpin langsung Prof Datuk Dr Mohd Noh Bin Dalimin beserta jajaran pimpinan UMAM.

Prof Mohd Noh menyampaikan apresiasi atas kunjungan UMS yang dinilai semakin mempererat hubungan antarlembaga pendidikan tinggi Muhammadiyah. Ia menegaskan, UMS memiliki posisi sangat penting dalam sejarah lahirnya UMAM.

photo
(UMS)

Menurutnya, UMAM berdiri berkat komitmen bersama Persyarikatan Muhammadiyah untuk menghadirkan perguruan tinggi bertaraf internasional di Malaysia yang menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan kaderisasi akademisi. 

Sejak tahap perintisan, UMS menjadi salah satu founding institution yang memberikan dukungan nyata dalam proses pendirian UMAM, baik melalui kontribusi pemikiran, penguatan jejaring akademik, maupun kolaborasi antarperguruan tinggi Muhammadiyah.

Peran tersebut menjadi fondasi penting bagi perkembangan UMAM sebagai universitas internasional yang kini terus bertumbuh dan memperluas kiprahnya.

Pada kesempatan tersebut, Prof Sutrisna menegaskan, UMS berkomitmen terus memperkuat kerja sama akademik dengan UMAM, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM).

"UMS melihat UMAM sebagai mitra strategis pengembangan dosen. Kami akan mendorong dan mengirimkan dosen-dosen UMS maupun dosen dari lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-'Aisyiyah (PTMA) melanjutkan studi doktoral (S3) di UMAM,’’ katanya.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas akademik dosen sekaligus memperkuat kolaborasi riset internasional yang memberikan manfaat bagi kedua institusi.

Andy Dwi Bayu Bawono, Ph.D, Kepala Sekretariat UMS yang juga menjabat Bendahara Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, memaparkan berbagai skema dukungan pembiayaan pendidikan bagi dosen Muhammadiyah yang akan menempuh studi di UMAM.

Ia menjelaskan, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah bersama PTMA terus mengembangkan pola beasiswa yang berorientasi pada peningkatan jumlah dosen bergelar doktor di lingkungan Muhammadiyah. 

Skema tersebut diharapkan mampu memberikan akses lebih luas bagi dosen untuk melanjutkan studi tanpa terkendala aspek pendanaan, sekaligus mendukung peningkatan kualitas tridarma perguruan tinggi Muhammadiyah.

Dalam sesi pemaparan, Prof Dr Rushami Zien Bin Yusoff menjelaskan UMAM Strategic Transformation Plan 2021–2041 beserta Roadmap Strategis Lima Tahun (2023–2028). 

Ia menyampaikan, transformasi UMAM dilakukan secara bertahap, mulai dari penguatan organisasi, pengembangan program akademik, peningkatan mutu pembelajaran dan penelitian, hingga pembangunan kampus baru serta penguatan jejaring global. 

Lebih lanjut, Prof Rushami memaparkan target pertumbuhan penerimaan mahasiswa yang meningkat secara bertahap setiap tahun hingga mencapai sekitar 700 mahasiswa dengan delapan program akademik pada akhir periode roadmap. 

Fokus utama strategi pemasaran UMAM diarahkan pada tiga segmen, yakni jaringan akademisi PTMA di Indonesia, pasar internasional di kawasan ASEAN, Timur Tengah, dan Afrika, serta kalangan profesional di Malaysia. 

UMAM juga menawarkan berbagai keunggulan kompetitif, antara lain jalur pembinaan doktor yang terstruktur, sistem pembelajaran fleksibel, program Doctoral by Research, biaya pendidikan yang kompetitif, serta model supervisi internasional bersama para profesor dari berbagai negara.

Menutup pertemuan, Prof Mohd Noh mengungkapkan, UMAM tengah memperluas jejaring internasional melalui rencana kerja sama dengan Kerajaan Pattani, Thailand. 

Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperluas penjaringan mahasiswa dari kawasan Thailand Selatan, sekaligus membuka peluang pemberian beasiswa bagi calon mahasiswa berprestasi yang ingin melanjutkan pendidikan di UMAM.

Menurutnya, inisiatif tersebut merupakan bagian dari strategi internasionalisasi UMAM untuk memperkuat peran sebagai pusat pendidikan tinggi Muhammadiyah di kawasan Asia Tenggara, sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas bagi masyarakat internasional.

Kunjungan benchmarking ini diharapkan menjadi langkah konkret memperkuat sinergi antara UMS dan UMAM, tidak hanya dalam bidang akademik dan peningkatan mutu perguruan tinggi, juga dalam pengembangan SDM, riset kolaboratif, internasionalisasi, serta peningkatan jumlah dosen bergelar doktor di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-'Aisyiyah.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi