Rabu 15 Jul 2026 17:05 WIB

Polemik Bangunan Kopdes Merah Putih di Atas Sawah, Wamentan Sebut Serba Salah

Lokasi pembangunan KDKMP sudah melalui proses rembuk desa.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Karta Raharja Ucu
Petugas memarkir mobil pikap operasional yang diperuntukkan bagi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) pada pendistribusian tahap pertama di KDMP Desa Pasirharjo, Blitar, Jawa Timur, Senin (13/4/2026). Kodim 0808/Blitar mulai mendistribusikan 50 unit mobil pikap operasional untuk 50 unit KDMP dari jumlah total sebanyak 269 unit KDMP di wilayah kerjanya.
Foto: ANTARA FOTO/Irfan Anshori
Petugas memarkir mobil pikap operasional yang diperuntukkan bagi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) pada pendistribusian tahap pertama di KDMP Desa Pasirharjo, Blitar, Jawa Timur, Senin (13/4/2026). Kodim 0808/Blitar mulai mendistribusikan 50 unit mobil pikap operasional untuk 50 unit KDMP dari jumlah total sebanyak 269 unit KDMP di wilayah kerjanya.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengomentari soal adanya sejumlah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jawa Tengah (Jateng) yang berdiri di atas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Dia menekankan lokasi pembangunan KDKMP sudah melalui proses rembuk desa. 

Sudaryono menjelaskan, alih fungsi lahan sudah diatur, termasuk jika berkenaan dengan Proyek Strategis Nasional (PSN). "Intinya adalah lahan yang diambil karena PSN, karena pabrik, karena apa pun itu, karena memang penting, kalau memang tidak bisa dihindarkan, kalau bisa memang kita bikin di tempat yang bukan sawah," kata Sudaryono saat memberikan keterangan kepada media seusai menghadiri acara Sosialisasi Dana Bergulir LPDB Koperasi di Hotel Novotel, Kota Semarang, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, mencari lokasi pembangunan KDKMP memang agak sulit. "Nanti dibikin di sawah, salah. Dibikin yang bukan tanah sawah, dibilang katanya enggak ada orang. Kan serba susah ya," ujarnya. 

Karena itu, Sudaryono menilai seluruh pihak dapat bersikap arif. "Intinya adalah semua lokasi Kopdes itu atas kesepakatan dari warga desa, dari anggota Kopdes-nya," katanya. 

"Mau dibangun di mana, itu kesepakatan. Bukan maunya saya, bukan maunya Pak Menteri, bukan maunya siapa-siapa. Maunya warga desa," tambah Sudaryono.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi