Sabtu 18 Jul 2026 06:06 WIB

Masuki Kemarau, Puluhan Hektare Lahan di 16 Daerah Jateng Terbakar

Lahan terdampak mencapai sekitar 42 hektare.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Karta Raharja Ucu
Kepulan asap terlihat saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Foto: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas
Kepulan asap terlihat saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Bergas Catursasi Penanggungan mengungkapkan, pihaknya telah mencatat 37 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah di Jateng sepanjang 5 Juni-12 Juli 2026. Lahan terdampak mencapai sekitar 42 hektare.

"Jadi mulai periode 5 Juni sampai 12 Juli, total kejadian (kebakaran) adalah 242. Dari 242 itu, kebakaran hutan dan lahannya 37. Tapi cenderung ke lahan," kata Bergas ketika diwawancara, Rabu (15/7/2026). 

Dia menjelaskan, karhutla terjadi akibat musim kemarau yang mulai dihadapi Jateng. "Tiga puluh tujuh kejadian karhutla ini tercatat sudah terjadi di 16 kabupaten/kota. Daerah dengan jumlah karhutla terbanyak antara lain di Sukoharjo, Blora, Klaten, Sragen," ujarnya.

Menurut Bergas, selain lahan pertanian, karhutla di Jateng terjadi di lahan yang ditumbuhi rumput liar atau semak belukar. "Kalau yang rumput liar itu indikasinya (pemicu kebakaran) bisa karena gesekan, karena kan cuacanya sangat panas. Bisa karena gesekan, lalu dia terbakar," ucapnya.

Dia menambahkan, selain itu, ada pula karhutla yang dipicu kesalahan manusia. Misalnya, akibat buangan puntung rokok ke lahan dengan semak atau rerumputan yang telah mengering. Kesalahan lainnya adalah aktivitas pembakaran sampah yang kemudian merembet atau menyambar ke lahan kering. 

Berita Lainnya

Rekomendasi