REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Bergas Catursasi Penanggungan mengungungkapkan, BPBD telah menyalurkan bantuan 3 juta liter air bersih ke daerah terdampak kekeringan di provinsi tersebut. Bantuan itu tersebar di 15 kabupaten/kota.
"Bantuan air bersih yang disalurkan sudah masuk di angka 3 juta liter di 15 kabupaten/kota," ungkap Bergas ketika diwawancara, Sabtu (18/7/2026).
Dia menambahkan, bantuan 3 juta liter air bersih itu dihitung mulai dari 5 Juni 2026. Menurut Bergas, tiga daerah dengan penerima bantuan air terbanyak adalah Klaten, Pemalang, dan Banjarnegara.
"Penyaluran ke Klaten itu sudah sekitar 1,3 juta liter. Sedangkan Pemalang sekitar 600 ribu liter dan Banjarnegara sekitar 200 ribuan liter," ucapnya.
Bergas menjelaskan, Klaten menjadi daerah tertinggi penerima bantuan air bersih karena memang menjadi salah satu daerah paling terdampak kekeringan. "Klaten itu kan memang daerahnya di atas pegunungan dan memang sejak awal dipetakan akan terdampak (kekeringan) karena tidak ada sumber air di sana," ujarnya.
Menurutnya, faktor serupa menjadi penyebab Pemalang dan Banjarnegara termasuk dalam daftar daerah dengan penerima bantuan air bersih terbanyak. Sementara sejauh ini jumlah warga penerima bantuan air bersih di Jateng mencapai 21.949 KK atau 61.456 jiwa.
"Ini masih berkembang dan trennya mengalami kenaikan," kata Bergas.