REPUBLIKA.CO.ID, MALANG – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah menegaskan bahwa anak muda saat ini memiliki cara pandang yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya.
Karena itu, menurutnya, ruang dialog yang terbuka dan setara menjadi kebutuhan penting agar gagasan, kritik, dan harapan generasi muda dapat didengar.
“Atas dasar itulah kami menghadirkan RedTalks. Ini bukan sekadar forum diskusi, melainkan wadah bersama tempat kami mendengar suara anak muda. Bagi kami, suara anak muda adalah suara idealisme, karena mereka belum banyak terikat oleh berbagai kepentingan,” kata Said Abdullah, kepada media, Jumat (24/7/2026).
Said menjelaskan, generasi muda saat ini—mulai dari Generasi Y, Generasi Z hingga generasi awal Alpha—tumbuh dalam dua ruang kehidupan sekaligus, yakni dunia nyata dan dunia digital.
Kondisi tersebut membuat mereka memiliki pengalaman sosial yang jauh lebih kompleks dibandingkan generasi sebelumnya.
“Anak-anak muda sekarang hidup dalam dua dunia. Mereka terhubung dengan berbagai peristiwa di seluruh penjuru dunia melalui teknologi digital. Karena itu mereka memiliki perspektif yang lebih luas, lebih kritis, dan mampu membandingkan berbagai kondisi yang terjadi di banyak tempat,” ujarnya.
Menurut Said, situasi tersebut menuntut perubahan pola komunikasi antara pemangku kebijakan, partai politik, dan generasi muda. Pendekatan satu arah tidak lagi relevan untuk menjawab dinamika zaman.
“Anak muda tidak ingin hanya menjadi pendengar. Mereka ingin didengar. Karena itu komunikasi dengan generasi muda harus bersifat dialogis, saling bertukar gagasan, bukan sekadar menyampaikan pesan secara sepihak,” kata dia menegaskan.