Rabu 05 Aug 2026 16:25 WIB

KPPG Semarang Perketat Pengawasan Penggunaan Produk Subsidi di 2.400 SPPG

Hingga kini belum ada pembukaan SPPG baru.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Karta Raharja Ucu
Pekerja menyiapkan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Foto: Republika/Prayogi
Pekerja menyiapkan Makan Bergizi Gratis (MBG).

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Semarang mengatakan akan memantau ketat penggunaan produk bersubsidi pemerintah di dapur-dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataannya merespons instruksi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono. 

“Kami belum menemukan kasus SPPG gunakan komoditas bersubsidi seperti gas elpiji 3 kilogram dan Minyakita, tetapi pengawasan akan kami perketat," ungkap Kepala Subbagian (Kasubag) Tata Usaha KPPG Semarang, Bagus Anindito, Selasa (28/7/2026). 

Baca Juga

Dia mengatakan, saat ini KPPG Semarang menaungi 2.400-an SPPG yang tersebar di 20 kabupaten/kota di Jateng. Menurut Bagus, sejauh ini SPPG-SPPG tersebut sudah menaati aturan dalam proses pengolahan MBG. Misalnya, menggunakan gas dan minyak goreng nonsubsidi. 

“SPPG ada yang pakai gas CNG (compressed natural gas), informasinya lebih murah," kata Bagus.

Berita Lainnya

Rekomendasi