Rabu 12 Aug 2026 16:45 WIB

Dosen Unisa Yogya Optimalkan Website HIV-Talks Lewat Pemberdayaan Kader Dasawisma Seruni Ngaran

Fase prakonsepsi dinilai sebagai fase investasi yang penting.

Tim dosen Universitas Aisyiyah Yogyakarta (Unisa Yogyakarta) menggelar program pengabdian kepada masyarakat bertajuk optimalisasi website HIV-Talks oleh Kader Dasawisma Seruni Ngaran untuk pencegahan HIV/AIDS pada remaja prakonsepsi. Program yang didanai melalui skema Hibah Diktisaintek ini berlangsung selama satu tahun penuh sepanjang 2026, mulai dari tahap penyusunan program hingga monitoring dan evaluasi.
Foto: dokpri
Tim dosen Universitas Aisyiyah Yogyakarta (Unisa Yogyakarta) menggelar program pengabdian kepada masyarakat bertajuk optimalisasi website HIV-Talks oleh Kader Dasawisma Seruni Ngaran untuk pencegahan HIV/AIDS pada remaja prakonsepsi. Program yang didanai melalui skema Hibah Diktisaintek ini berlangsung selama satu tahun penuh sepanjang 2026, mulai dari tahap penyusunan program hingga monitoring dan evaluasi.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Tim dosen Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (Unisa Yogyakarta) menggelar program pengabdian kepada masyarakat bertajuk optimalisasi website HIV-Talks oleh Kader Dasawisma Seruni Ngaran untuk pencegahan HIV/AIDS pada remaja prakonsepsi. Program yang didanai melalui skema Hibah Diktisaintek ini berlangsung selama satu tahun penuh sepanjang 2026, mulai dari tahap penyusunan program hingga monitoring dan evaluasi.

Program ini bertujuan memberdayakan masyarakat, khususnya kader kesehatan, agar mampu memanfaatkan website HIV-Talks (hivtalks.unisayogya.ac.id) sebagai sarana edukasi bagi remaja prakonsepsi dalam upaya pencegahan HIV/AIDS. Fase prakonsepsi dinilai sebagai fase investasi yang penting agar perempuan siap menghadapi fase kehamilan kelak.

Ketua tim pengabdian, Dr Dhesi Ari Astuti mengatakan salah satu persoalan yang kerap dihadapi remaja saat ini adalah masih minimnya akses terhadap sumber informasi kesehatan reproduksi yang valid. Kondisi ini membuat peran kader HIV menjadi penting sebagai kepanjangan tangan tenaga kesehatan untuk menjangkau remaja secara lebih dekat dan intensif.

"Kegiatan ini merupakan program berkelanjutan yang dilaksanakan oleh tim dosen Unisa Yogyakarta, yang beranggotakan Dr Sulistyaningsih dan Prof Dwi Sulisworo, tim pengabdian masyarakat tergabung sebagai multidisplin keilmuan yang mencakup kesehatan ibu dan anak, kesehatan masyarakat, dan teknologi kesehatan," ujar Dhesi.

Lima Tahap Kegiatan

Rangkaian kegiatan utama dilaksanakan secara langsung dalam lima tahap. Tahap pertama berupa sosialisasi website HIV-Talks yang digelar pada 26 Juli 2026. Tahap ini dilakukan untuk sosialisasi kepada mitra sasaran yaitu kader HIV AIDS Dasawisma Seruni Ngaran, Ketua PKK, tokoh masyarakat dan perwakilan remaja prakonsepsi.

Tahap kedua adalah pelatihan bagi 10 kader HIV Dasawisma Seruni yang dilaksanakan pada Agustus 2026. Dalam pelatihan ini, para kader dibekali kemampuan untuk mengoperasikan dan memanfaatkan website HIV-Talks sebagai media edukasi.

Tahap ketiga adalah tahap penerapan teknologi di mana dilakukan Optimalisasi Website HIV-TALKS dengan menyesuaikan konten terhadap kebutuhan remaja prakonsepsi.

Adapun tahap keempat adalah pendampingan dan evaluasi yang dilakukan oleh kader HIV AIDS Dasawisma Seruni Ngaran kepada remaja melalui pemanfaatan Website HIV-Talks.

Sementara itu, tahap kelima adalah tahap keberlanjutan program melalui penguatan peran kader yakni 60 peserta, yang mayoritas berasal dari kalangan remaja, sebagai pengelola website HIV-Talks, integrasi dengan program PKK, dan membina jajaran dengan Puskesmas.

Kegiatan tidak berhenti pada tahap pelatihan dan sosialisasi. Tim dosen Unisa Yogyakarta turut melakukan monitoring dan evaluasi untuk memastikan keberlanjutan pemanfaatan website HIV-Talks oleh kader di lapangan.

Dhesi berharap program ini dapat terus berlanjut secara mandiri oleh masyarakat yang telah dibekali pengetahuan dan keterampilan komunikasi yang memadai. "Harapannya masyarakat mau dan mampu mengakses layanan kesehatan, sehingga terwujud masyarakat yang berdaya," katanya.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi