Selasa 25 Aug 2026 23:58 WIB

Berkat Pembekalan Kegawatdaruratan dari Kampus, 61 Mahasiswa KKN UMY Selamat dari Gempa NTT

Mahasiswa UMY juga membantu warga saat gempa terjadi.

Rep: Wulan Intandari/ Red: Karta Raharja Ucu
Kondisi mahasiswa UMY bersama warga yang mengungsi pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah NTT, Sabtu (15/8/2026).
Foto: Istimewa
Kondisi mahasiswa UMY bersama warga yang mengungsi pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah NTT, Sabtu (15/8/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Enam puluh satu mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Nusa Tenggara Timur (NTT) ikut merasakan dahsyatnya gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut, Sabtu (15/8/2026). Meski ikut merasakan goncangan, kondisi mereka dipastikan dalam keadaan aman dan selamat.

"Kondisi kelompok kami, alhamdulillah, aman. Terakhir saat gempa susulan ketiga, teman-teman sudah menyiapkan seluruh barang penting, lalu bersama-sama pergi ke bukit," ujar perwakilan mahasiswa KKN UMY, Didan Oktanova Hermawan atau Awan dalam keterangan yang dibagikan UMY, Ahad.

Baca Juga

Para mahasiswa tersebut terbagi dalam dua kelompok KKN. Sebanyak 26 mahasiswa kelompok Gema Pelita Nusantara (GPN) menjalankan program di Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Sementara 35 mahasiswa kelompok Proyek Ekspedisi Nusantara (PENA) berada di Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur.

Di tengah pelaksanaan program KKN, para mahasiswa turut membantu warga yang terdampak gempa bumi bahkan ikut mengungsi bersama warga ke kawasan perbukitan setelah muncul ancaman tsunami.

"Ikut mengungsi ke daerah perbukitan, sudah mulai membangun tenda-tenda darurat," ujarnya.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi