Kamis 17 Sep 2026 17:49 WIB

Bangun Media Digital, Moch Dzikry Nur Alam Tekankan Pentingnya Standar Tulisan

Keputusan membuka situs kedua muncul justru karena keterbatasan dirinya sendiri.

Moch Dzikry Nur Alam
Foto: dokpri
Moch Dzikry Nur Alam

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Banyak blog di Indonesia dimulai oleh satu orang yang menulis sendiri seluruh isinya. Sebagian berhenti di titik yang sama, yaitu ketika pemiliknya kehabisan waktu dan situs itu ikut berhenti bertambah.

Membangun media digital yang terus tumbuh dinilai tidak cukup mengandalkan kemampuan menulis. Dibutuhkan kemampuan mengatur alur kerja, membagi tema, serta menjaga kualitas tulisan yang tidak lagi dikerjakan sendiri.

Moch Dzikry Nur Alam menempuh tahap tersebut. Penggiat optimasi mesin pencari asal Surabaya tersebut kini mengelola dua situs sekaligus, yaitu masdzikry.com sebagai situs utama dan blogdzikry.com sebagai cabangnya.

Keduanya dibedakan temanya agar tidak saling berebut pembaca. Masdzikry.com memuat artikel teknologi yang ditulis Dzikry sendiri, mulai dari perangkat keras, jaringan komputer, hingga istilah penyiaran. Sementara blogdzikry.com menampung bahasan yang lebih luas, dari komputer dan pendidikan sampai ide usaha, dan diisi oleh penulis yang beragam. Salah satu penulisnya tercatat sudah menghasilkan 75 artikel di situs tersebut.

Menurut Dzikry, keputusan membuka situs kedua muncul justru karena keterbatasan dirinya sendiri. Menulis seluruh artikel sendirian membuat jumlah tulisan bergantung penuh pada kondisi hariannya.

“Kalau semua saya tulis sendiri, situsnya cuma jalan waktu saya lagi senggang. Begitu saya sibuk, berhenti,” ujar Dzikry.

Menjaga Standar Lebih Sulit daripada Menulis

Namun melibatkan penulis lain memunculkan persoalan baru. Setiap orang punya cara menyusun kalimat dan menakar kedalaman bahasan yang berbeda, sehingga situs berisiko terasa tidak konsisten bila tidak ada patokan yang jelas.

"Menulis sendiri itu lebih gampang. Yang susah menjelaskan ke orang lain standarnya seperti apa, sampai tulisannya enak dibaca tanpa harus saya perbaiki lagi," katanya.

Karena itu ia memilih menetapkan patokan yang sederhana dan bisa diukur, seperti kejelasan judul, kelengkapan penjelasan, dan kesesuaian dengan pertanyaan yang benar-benar dicari pembaca. Pendekatan tersebut, menurutnya, lebih berguna dibanding menuntut gaya menulis yang seragam.

"Saya tidak minta semua penulis bunyinya sama. Yang penting pembacanya dapat jawaban, bukan cuma dapat tulisan panjang," katanya.

Bagi Dzikry, tahap ini yang membedakan blog pribadi dengan media yang bisa bertahan. Selama seluruh isinya bergantung pada satu orang, pertumbuhannya akan selalu dibatasi jam kerja orang tersebut.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi