REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Video pengakuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Bolosego soal dugaan pungutan liar (pungli) saat berjualan menggunakan food truck di Alun-Alun Selatan, Kota Yogyakarta, viral di media sosial. Pemilik Bolosego, Dyah Laily Fardisa, menceritakan pengalaman tersebut melalui video yang diunggah di akun TikTok @dyahfardisa pada 17 September 2026.
Dalam video berdurasi 3 menit 27 detik itu, Dyah mengatakan pihaknya baru satu hari berjualan di Alun-Alun Selatan sebelum akhirnya memutuskan untuk menarik food truck tersebut. Padahal aktivitas berjualan semula direncanakan berlangsung selama lima hari, 16-20 September 2026.
"Guys dengan berat hati aku mau menyampaikan ini, baru satu hari food trucknya berjualan di Alun-Alun Kidul dengan berat hati aku harus mengumumkan ke kalian kita tidak mangkal lagi disana yang harusnya tanggal 16-20 sudah menjadi keputusan tidak kita lanjut cukup satu hari saja," ujarnya seperti dilihat Republika, Jumat (18/9/2026).
Dyah menyebut, salah satu persoalan yang dihadapinya adalah permintaan uang parkir dari 'oknum' juru parkir. Menurut pengakuannya, awalnya pihaknya diminta membayar Rp2,5 juta per hari. Setelah negosiasi, nominal tersebut disebut turun menjadi Rp1 juta per hari atau total Rp5 juta untuk lima hari.
"Punglinya banyak, apa disebut le ora pungli, kita bayar parkir 1 juta per hari, total 5 juta itu aja sudah proses nego. Tadinya tukang parkir minta berapa? 2,5 juta per hari, jadinya 12,5 juta 5 hari," paparnya.
"Itu koyo akeh e Ya Allah, omsetnya segitu aja nggak tahu jenenge berusaha," ucapnya.
Tak hanya persoalan uang parkir, Dyah mengaku diminta menyediakan makanan untuk 10 orang yang disebutnya berada di lokasi. Ia juga mengaku mendapat telepon yang disebut berasal dari pihak kepolisian dan diminta menyiapkan makanan untuk tiga anggota polisi.
"Sepuluh guys ya Allah dan nggak sampai di situ aja, takut aku salah ngomong Bismillah ya apa aku adanya. Ternyata kita ditelepon juga oleh pihak kepolisian. 'Mas ini saya kirimkan 3 polisi ya untuk ke sana tolong dirumat makanannya'. Waduh, ngirim makanan juga buat polisi," ungkapnya.
Permintaan lainnya, kata Dyah, berkaitan dengan biaya tambahan untuk pemasangan listrik yang dibutuhkan food truck. Serangkaian permintaan tersebut akhirnya membuat Bolosego memilih tidak melanjutkan aktivitas berjualan di Alun-Alun Selatan. Ia menegaskan pihaknya tidak ingin memfasilitasi praktik pungutan yang dinilai tidak wajar.
"Akhirnya kita memutuskan udah gak usah lanjut aja jualan di Alun-Alun Kidulnya, Bolosego tidak mau memfasilitasi pungli," ucap dia.
@republikajogja Video pengakuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Bolosego soal dugaan pungutan liar (pungli) saat berjualan menggunakan food truck di Alun-Alun Selatan, Kota Yogyakarta, viral di media sosial. Pemilik Bolosego, Dyah Laily Fardisa, menceritakan pengalaman tersebut melalui video yang diunggah di akun TikTok @dyahfardisa pada 17 September 2026. Dalam video tersebut, Dyah mengatakan pihaknya baru satu hari berjualan di Alun-Alun Selatan sebelum akhirnya memutuskan untuk menarik food truck tersebut. Padahal aktivitas berjualan semula direncanakan berlangsung selama lima hari, 16-20 September 2026. Dyah menyebut, salah satu persoalan yang dihadapinya adalah permintaan uang parkir dari 'oknum' juru parkir. Menurut pengakuannya, awalnya pihaknya diminta membayar Rp2,5 juta per hari. Setelah negosiasi, nominal tersebut disebut turun menjadi Rp1 juta per hari atau total Rp5 juta untuk lima hari. "Punglinya banyak, apa disebut le ora pungli, kita bayar parkir 1 juta per hari, total 5 juta itu aja sudah proses nego. Tadinya tukang parkir minta berapa? 2,5 juta per hari, jadinya 12,5 juta 5 hari," paparnya. Menanggapi viralnya video tersebut, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengaku prihatin. Ia mengatakan Pemkot Yogyakarta akan menindaklanjuti dugaan pungli tersebut dan mencari pihak yang melakukan permintaan uang kepada pelaku usaha. "Saya ikut prihatin. Karena selama ini, kami juga berusaha untuk menertibkan hal-hal seperti itu, tapi selama ini juga masih ada muncul di beberapa titik," ujarnya, Jumat (18/9/2026). Menurut Hasto, kejadian dugaan pungli di Alun-Alun Selatan tersebut bukan kali pertama. Hasto mengatakan persoalan serupa sebelumnya juga pernah terjadi ketika Pemkot Yogyakarta menggelar kegiatan UMKM dalam rangka Mustika Rasa di Alun-Alun Selatan. Saat itu, pihaknya juga mendapat permintaan pembayaran parkir dengan nominal yang dinilai tidak masuk akal. Reporter: Wulan Intandari Video editor: Susilawati #Pungli #Alkid #Parkir1Juta #AlunAlunKidul #PungliParkirAlkid ♬ original sound - Republika Jogja