REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo merespons viralnya dugaan pungutan liar (pungli) yang dialami oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Bolosego di kawasan Alun-Alun Selatan (Alkid), Kota Yogyakarta. Hasto menyebut persoalan serupa bukan kali pertama terjadi di kawasan tersebut dan bahkan pernah dialami saat pihaknya menggelar kegiatan.
Hasto mengaku prihatin dengan munculnya dugaan pungli tersebut. Ia mengatakan Pemkot Yogyakarta selama ini terus berupaya melakukan penertiban, namun praktik serupa masih ditemukan di sejumlah titik.
"Saya ikut prihatin ya. Karena selama ini kami juga berusaha untuk menertibkan hal-hal seperti itu, tapi selama ini juga masih ada muncul di beberapa titik," ujar Hasto saat dihubungi, Jumat (18/9/2026).
Hasto menegaskan, dugaan pungli di Alkid tersebut akan ditindaklanjuti dengan mencari pihak yang melakukan pungutan. "Iya (akan ditelusuri). Kalau saya sesuai ketentuan yang ada. Karena kan memang di Satpol PP ada aturan misalkan yang melanggar, ketentuan dalam hal untuk pungutan parkir kan sudah ada ketentuannya," ujarnya.
Ia juga menyebut Pemkot Yogyakarta akan mengecek apakah pelaku dalam kejadian terbaru ini merupakan pihak yang sama dengan pelaku pada kasus sebelumnya. Hasto mengungkapkan, sebelumnya juga pernah mengalami kejadian serupa ketika menggelar kegiatan senam dan UMKM dalam rangka Mustika Rasa di Alun-Alun Selatan. Saat itu, pihaknya mendapat permintaan pembayaran parkir dengan nominal yang dinilai tidak masuk akal.
"(Kasus pungli ini) berulang. Maka sebetulnya kita juga bisa melihat nanti ini, sama pelakunya atau enggak dengan yang (kejadian) kemarin itu misalkan, kita lihat ya," katanya.
"(Kejadian ini) seperti kemarin waktu kita ngadain senam yang dalam rangka untuk Mustika Rasa di Alun-alun Selatan. Itu kan dalam rangka Mustika Rasa kan, kita juga diminta oleh pihak-pihak tertentu untuk bayar parkir gitu yang tidak masuk akal, terlalu besar ya nilainya," ujarnya.
Lihat postingan ini di Instagram