Senin 28 Sep 2026 09:34 WIB

Mooncake Festival 2026 Jadi Ruang Akulturasi Budaya di Semarang

Keberagaman budaya di Semarang merupakan bagian dari perjalanan kota.

Mooncake Festival 2026.
Foto: Dok. MCF
Mooncake Festival 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyebut Mooncake Festival 2026 sebagai ruang perjumpaan berbagai budaya yang menunjukkan keberadaan tradisi Tionghoa sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Kota Semarang.

Hal itu disampaikan Agustina saat membuka Mooncake Festival 2026 di Kelenteng Tay Kak Sie, Semarang, Kamis (24/9/2026).

Menurut Agustina, keberagaman budaya di Semarang merupakan bagian dari perjalanan kota yang menghubungkan masa lalu, masa kini, hingga masa depan. Karena itu, keberagaman tersebut perlu dirawat melalui kebersamaan dan gotong royong.

“Semarang ini tidak hanya bicara tentang sesuatu yang kuno, sesuatu yang di masa lalu. Tetapi ini adalah titik pertemuan antara masa lalu, masa kini, yang akan mendorong perahu kita maju menuju ke masa depan,” ujar Agustina.

Ia mengatakan, Mooncake Festival yang sebelumnya dirayakan secara terpisah oleh berbagai kelompok masyarakat Tionghoa di Semarang kini menjadi momentum untuk menggelar perayaan secara bersama.

“Maka saya ingin hari ini kita bersama-sama menjadi satu,” katanya.

Agustina juga mendorong penguatan kawasan Pecinan sebagai ruang budaya yang terbuka bagi masyarakat luas. Menurut dia, kawasan tersebut tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya.

Pengembangan kawasan itu antara lain dilakukan melalui penataan Gang Baru dan pengembangan Pasar Semawis. Agustina menekankan, pengembangan Pecinan tetap perlu mempertahankan karakter kawasan dan kehidupan masyarakat yang telah berlangsung di dalamnya.

“Kalau orang dulu melihat Pecinan sebagai kawasan yang kuno, tapi saya melihat sisi yang berbeda. Saya melihat ada keindahan, keakraban, keasyikan, dan gotong royong,” tuturnya.

Konsep pertemuan antara warisan masa lalu dan kehidupan masa kini juga dihadirkan dalam rangkaian Mooncake Festival 2026. Salah satunya melalui pertunjukan imersif yang mengangkat sejarah dan sosok Laksamana Cheng Ho.

Teknologi dalam pertunjukan tersebut digunakan untuk menyajikan kembali cerita sejarah sekaligus memperkenalkannya kepada generasi masa kini.

Mooncake Festival 2026 juga menghadirkan berbagai unsur budaya, mulai dari seni dan kuliner hingga sejarah dan teknologi, dengan melibatkan masyarakat dari berbagai latar belakang di kawasan Pecinan.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi