REPUBLIKA.CO.ID, BATANG -- Jumlah korban diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, terus bertambah. Hingga Jumat (25/9/2026) siang sekitar pukul 13.00 WIB, Dinas Kesehatan (Dinkes) Batang telah mencatat 521 korban atau hampir dua kali lipat dari yang pertama dilaporkan, Rabu (23/9/2026).
“Jumlah pasien 521, rujuk 173, rawat jalan 326, dan rawat inap Puskesmas Bawang 23,” ungkap Kepala Dinkes Batang, Ida Susilaksmi, ketika dikonfirmasi, Jumat.
Dia menambahkan, terdapat beberapa fasilitas medis yang dijadikan tempat rujukan korban diduga keracunan MBG di Bawang, yakni RSUD Batang (66 orang), RSUD Limpung (41 orang), Puskesmas Subah (11 orang), dan Puskesmas Gringsing 1 (5 orang). Menurut Ida, kondisi pasien yang menjalani rawat inap sudah berangsur membaik.
“Alhamdulillah kalau tadi saya lihat sendiri rata-rata sudah membaik, ada yang sudah persiapan pulang juga,” ujarnya.
Kendati demikian, Ida menyebut terdapat pula pasien yang masih bergejala. “Ada yang masih mual, ada yang diare tapi rata-rata diarenya sudah sangat berkurang frekuensinya. Rata-rata masih tidak enak di bagian perut,” ucapnya.
Ratusan siswa, termasuk orang tua siswa, dari 11 sekolah di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, mengalami gejala keracunan, Rabu (23/9/2026). Penyebabnya diduga merupakan MBG yang mereka konsumsi pada hari itu.
Daftar sekolah yang siswanya mengalami gejala keracunan adalah SDN 1 Bawang, SDN 3 Bawang, TK Pertiwi, MA Sunan Kalijaga, MTs Sunan Kalijaga, TK Kuncup Mekar, TP Ananda, Pos PAUD Anggrek Mas, TK Qurota 'Ayun, RA Al Hidayah, dan MI Salafiyah Pasusukan.